BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Parimus menyebutkan program pemerintah kabupaten ke depan harus lebih difokuskan kepada pembangunan dan peningkatan ekonomi kerakyatan.
"Karena dengan kondisi saat ini, ekonomi kerakyatan harusnya digenjot. Apalagi harga jual komoditas masyarakat semakin lesu," kata Parimus, Rabu (26/7/2017).
Hal tersebut menjadi persoalan besar. Apalagi warga masyarakat semakin hari cenderung banyak yang mengalami kesulitan ekonomi. Dia pun berharap eksekutif dan legislatif dalam hal kebijakan anggaran, bisa memprioritaskan segala sersuatu yang berkaitan dengan ekonomi masyarakat.
Parimus mengatakan, penanganan ekonomi masyarakat salah satu program yang tertuang dalam dokumen RPJMD Kotim. Peningkatan ekonomi masyarakat tidak hanya fokus pada satu titik saja.
Namun, bisa dilakukan dengan kebijakan pemberdayaan pasar tradisional, pemberdayaan kepada petanian, peternakan hingga sektor lain yang bersentuhan langsung kepada masyarakat tingkat bawah. Dan banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk program kesejahteraan masyarakat.
"Kenapa di Kotim tinggi kasus kirminal seperti pencurian. Salah satu penyebabnya mata pencaharian mulai sulit. Upah yang diberikan dari sektor perkebunan tidak sebanding dengan apa yang menjadi kebutuhan mereka," katanya.
Sementara kultur masyrakat lokal terbiasa dengan hasil yang menjanjikan. Salah satu bukti sejarahnya yakni hadirnya Bank Indonesia (BI) di Kotim, membuktikan tingginya perputaran uang Kotim dulunya. (NACO/B-11)
Pemerintah Didorong Perkuat Pembangunan Berbasis Ekonomi Kerakyatan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Produk Olahan Ikan Harus Mampu Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan
Konsep Pembangunan Palangka Raya Gunakan Konsep Jaring Laba-Laba
BPS Sukamara: Data Berkualitas Hasilkan Kebijakan Pembangunan yang Terarah
Pemkab Kotim Harus Konsisten Kembangkan Ekonomi Kerakyatan
M Shaleh: Pemerintah Daerah Jangan Andalkan APBD Saja
Pembangunan Infrastruktur Palangka Raya Baru 40%
Komentar (0)
Memuat komentar…

