BORNEONEWS, Puruk Cahu - Lemahnya harga jual karet di tingkat petani di Kabupaten Murung Raya (Mura) diduga kuat karena ulah mafia karet yang bertujuan untuk mencari keuntungan sebanyak mungkin.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Disperindagkop UKM) Murung Raya, Kariadi, karena tidak ada pilihan lain, petani menjual hasil sadapannya ke mafia karet.
"Para mafia ini kan biarpun harga di pabrik naik, tetap membeli karet kepada petani dengan harga murah. Hal itu sangat salah, seharusnya bila tingkat pabrik naik, mereka juga harus menaikan harga yang dibeli dari petani," ungkap Kariadi, Jumat (4/8/2017).
Untuk memutus mata rantai mafia karet atau para tengkulak karet yang curang, Kariadi mengatakan, pemkab sudah mempunyai solusi, yaitu dengan cara mendirikan pabrik karet yang sekarang tengah dibangun.
"Dengan adanya pabrik nanti tentu semua hasil para petani akan ditampung di pabrik karet itu yang akan dibeli dengan harga cukup tinggi, tapi dengan catatan kualitas harus lebih baik," tambah Kariadi. (SUPRIADI/B-2)
Pemkab Murung Raya akan Putus Rantai Mafia Karet
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ada 1.045 Anak Putus Sekolah di Palangka Raya
Belasan THL-TBPP Murung Raya Terima SK CPNS
Bupati Murung Raya: Camat Harus Berperan Aktif Awasi Dana di Desa
Aktivis Minta Aparat Bongkar Mafia CPO di Perairan Kotim
Saat Pilkada 2018, Dua Kecamatan di Murung Raya Rawan
Pemko Palangka Raya Pelajari Pengelolaan Aset di Pemkab Malang
Komentar (0)
Memuat komentar…

