BORNEONEWS, Sukamara - Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sukamara, Windu Subagio mengatakan bahwa Program Rehabilitasi bagi korban pengguna narkoba telah berjalan dengan Efektif.
"Korban pengguna narkoba dengan tingkat ketergantungan sedang yang dilakukan dengan rawat jalan saat ini juga masih efektif," ujar Windu Subagio kepada Borneonews, Sabtu (9/9/2017).
Menurut Windu, Program Rehabilitasi yang pihaknya laksanakan merupakan salah satu solusi bagi korban yang sudah mempunyai kesadaran untuk berhenti sebagai pengguna narkoba.
"Kita berharap para pasien yang mengikuti program rehabilitasi ini bisa berhenti dan tidak lagi menggunakan obat-obatan terlarang tersebut." ucapnya.
Sebelumnya Dokter Rehabilitasi Narkoba Sukamara, Ade Sofyan mengatakan bahwa tingginya partisipasi masyarakat dalam mengikuti Program Rehabilitasi, membuat Kabupaten Sukamara ditempatkan diperingkat tiga se Kalimantan Tengah sebagai pengguna narkoba tertinggi yang terehabilitasi.
“Sebuah penghargaan bagi masyarakat Kabupaten Sukamara karena tingkat kesadarannya tertinggi se Kalteng, sedangkan diwilayah lain mungkin masyarakatnya masih malu-malu untuk datang mengikuti rehabilitasi.” kata Ade Sofyan.
Ade menerangkan, dengan ditempatkannya Kabupaten Sukamara di urutan ketiga setelah Palangka Raya di urutan pertama dan Pangkalan Bun di urutan kedua tidak bisa jadi indikator bahwa wilayah tersebut sebagai pengguna narkoba terbanyak, sebab peringkat yang diberikan atas dasar tingginya angka kesadaran masyarakat datang untuk direhabilitasi. (NORHASANAH/B-8)
Program Rehabilitasi BNK Sukamara Berjalan Efektif
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemkab Sukamara Siap Akomodasi Program BKSDA dan Orangutan Foundation
Jumlah Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan di Sukamara Bertambah
Ini Program Prioritas Pemkab Sukamara untuk APBD 2018
DKPP Sukamara Evaluasi Program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting
Hunting Sistem Lebih Efektif Dibanding Stasioner
Ini Dua Kunci Efektifnya Pemerintahan
Komentar (0)
Memuat komentar…

