BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Awalnya hanya beberapa gelintir warga yang bersantai memggunakan kasur apung di Sungai Arut atau yang disebut masyarakat dengan sebutan 'belarut'. Saat ini jumlah warga yang ikut bersenang-senang di sungai tersebut pada sore hari mulai banyak.
Menurut Dela, warga yang bermukim di pinggiran Sungai Arut Jalan Pangeran Antasari, Gang Flamboyan Kelurahan Raja RT 05, bila hari sedang cerah, ratusan warga asyik bersantai sambil belarut menggunakan kasur apungnya masing-masing.
"Awalnya memang hanya warga pinggiran sungai yang ikut belarut. Namun belakangan ini, warga yang tempat tinggalnya bukan di pinggir Sungai Arut juga mulai ikut serta," ujarnya, Senin (18/9/2017).
Ia sendiri mengaku senang dengan fenomena tersebut. "Tentunya bila ingin ikut belarut, syarat utama adalah orang tersebut harus bisa berenang. Bila ada orang yang tidak bisa berenang, namun kepengen ikut sebenarnya bisa saja. Agar aman, ia wajib gunakan pelampung di tubuhnya," ujar Dela.
Selain itu, lanjutnya, saat belarut diusahakan untuk berkelompok dan saling menjaga satu dan yang lainnya. Karena jumlah warga yang belarut bertambah banyak, secara tidak sengaja juga menjadi tontonan murah meriah bagi warga yang enggan atau tidak berani ikut kegiatan belarut.
"Bukan hanya itu saja. Bahkan beberapa kali turis mancanegara terlihat antusias melihat kegiatan ini. Sambil tertawa-tawa mereka memotret warga yang belarut," ujar Dela. (WAHYU KRIDA/B-2)
Pehobi Belarut semakin Banyak dan Jadi Daya Tarik Wisatawan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Warga Pinggiran Sungai Arut Demam Permainan Belarut
Agenda Adat Selain Mengembangkan Budaya Juga Harus Jadi Daya Tarik Wisata
Wakil Rakyat Semakin Malas Rapat Paripurna DPRD Katingan Batal Digelar
Ini Dampak dari Peningkatan Suhu Udara yang Semakin Panas
Objek Wisata di Utara Kotim Kerap Dikunjungi Wisatawan Mancanegara
Siswa SMP Negeri 1 Kumai Praktikkan Bahasa Inggris dengan Wisatawan
Komentar (0)
Memuat komentar…

