BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Helikopter MI8 nomor registrasi EY-225 yang tiba di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat pada 21 September lalu, hari ini sudah mulai bertugas. Helikopter tersebut mulai melakukan water bombing (pengeboman air) pada hutan dan lahan yang terbakar.
Kasi Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotawaringin Barat (BPBD Kobar) Pahrul Laji menjelaskan, menidaklanjuti informasi hotspot dari pantauan radar, Sabtu (23/9/2017) helikopter tersebut mulai menjatuhkan bom air di wilayah Kabupaten Lamandau.
"Terdapat 19 titik hotspot di Desa Batang Kawa dan sekitarnya yang berada di Kabupaten Lamandau. Untuk itulah, heli diberangkatkan guna melakukan water bombing di lokasi tersebut," jelas Fahrul.
Menurut Fahrul, sesuai dengan rencana tugas, heli tersebut akan beroperasi di lima kabupaten sekaligus, yakni Kobar, Sukamara, Lamandau, Seruyan, dan jika terjangkau hingga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
"Heli yang diawaki dengan Pilot Sydykov dan Co-pilot Malik ini mampu terbang dengan waktu maksimal 4 jam dengan muatan air mencapai 3 ribu liter. Heli ini ditujukan untuk melakukan pemadaman karhutla di lokasi yang sulit dijangkau melalui darat, termasuk Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dan Suaka Margasatwa (SM) Lamandau," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-2)
Heli MI8 Mulai Bom Lahan dan Hutan yang Terbakar
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BMKG Suplai Informasi Cuaca dalam Operasi Water Bombing
Lakukan 21 Kali Water Bombing Belum Mampu Padamkan Api
Status Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan di Kotim Diperpanjang
Kebakaran Hutan dan Lahan di Kotim Mencapai Ratusan Hektare
Sejak Agustus Sudah 264 Hektare Lahan di Kotim yang Terbakar
Dua Hektare Lahan Terbakar di Adonis Samad
Komentar (0)
Memuat komentar…

