BORNEONEWS, Palangka Raya – Pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) 2017 untuk sektor pertambangan ditarget Rp435 juta. Sedangkan realisasi per September 2017 sudah mencapai 85,6 persen. Jika dinominalkan Rp372.432.200.
PAD sektor pertambangan ini bersumber dari retribusi penggantian biaya cetak peta dan retribusi pemakaian kekayaan daerah.
“Retribusi penggantian biaya cetak peta terrealisasi Rp339,5 juta dan retribusi pemakaian kekayaan daerah terealisasi Rp32,93 juta, sehingga total Rp372,43 juta,” terang Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng Ermal Subhan, kepada Borneonews.co.id, Rabu (1/11/2017).
Dia menyebut retribusi penggantian biaya cetak peta ditarget Rp395 juta dengan realisasi Rp339,5 juta. Saat ini artinya sudah mencapai 85,95 persen. Masih ada waktu dua bulan untuk mengejar target tersebut hingga akhir tahun.
Sedangkan untuk retribusi pemakaian kekayaan daerah ditarget Rp40 juta dan terealisasi Rp32,93 juta atau 82,33 persen.
“Dengan total capaian Rp372,43 juta ini maka itu sudah mencapai 85,62 persen dan kita optimistis akhir tahun bisa mencapai 100 persen,” tutupnya. (ROZIQIN/B-6)
Realisasi PAD Sektor Pertambangan Kalteng Sudah Mencapai 85,6 Persen
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Realisasi PAD Barito Utara 2017 Lebihi Target
Tingkatkan Sektor PAD Kotawaringin Timur, Tarif di Sektor Perhubungan Sebagian Besar Naik
Realisasi Keuangan Desa 2017 di Murung Raya Capai 96 Persen
Politisi Gerinda: Manfaatkan Potensi Wisata Untuk Kumpulkan PAD
PAD Kotawaringin Timur Lampaui Target
DPRD Gunung Mas Minta SOPD Serius Realisasikan PAD
Komentar (0)
Memuat komentar…

