BORNEONEWS, Sampit - Derem alias Olin dan Komo mengaku memanen sawit perusahaan karena lahannya bersengketa dengan perusahaan. Di mana di lahan itu tengah diklaim oleh kakak Derem, belum selesai klaim keduanya main panen.
"Saya waktu itu cuma diajak, katanya punya kakak dia (Derem) ini, ternyata lahannya tengah diklaim," kata Komo, saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotim, Selasa (12/12/2017).
Di mana keduanya, memanen sawit itu pada Rabu (1/11/2017) di Sungai Penyahoan State Blok A29 Devisi I PT KMB Desa Gunung Makmur, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur. Berawal pada Minggu (29/12/2017) Derem mengajak Komo memanet sawit di lahan yang diklaim oleh kakaknya Tenang.
Setelah itu mereka menuju lokasi kejadian, keduanya memanen sawit tersebut secara berulang-ulang dan membawanya ke pondok Tenang yang lokasinya sekitar. 50 meter dari lokasi kejadian dan ditumpuk di pondok tersebut.
Saat hari itu keduanya tidak bekerja lantaran hujan, satpam perusahaan yang sudah memantau kegiatan keduanya mengamankan mereka dan menyerahkannya ke pihak kepolisian. Dalam kasus ini barang bukti yang diamankan yakni tojok dan alat pengangkut sawit.
Atas perbuatannya Derem warga Tumbang Sapayang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotim dan Komo warga asal Kabupaten Katingan ini dijerat dengan Pasal 107 huruf (d) UU RI Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUHP atau Pasal 363 Ayat (1) ke-4 KUHP. (NACO/B-5)
Kakak Mengklaim, Adik dan Keponakan Memanen
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bantah Disebut Mencuri, Tiga Warga ini Mengaku Memanen Sawit di Lahan Sendiri
Duet Kakak-Adik Jadi Pasangan Calon Pertama Serahkan Syarat Dukungan ke KPU Lamandau
Kakak Gelapkan Mobil, Adik Menawarkan
Kakak Korban Pembunuhan Tidak Tahu Adiknya Punya Masalah Keluarga
Polsek Balai Riam Amankan Lima Tersangka Pencurian Sawit
Saksi Kasus Pencurian Sawit Ini Serang Jaksa Saat Sidang di Pengadilan Negeri Sampit
Komentar (0)
Memuat komentar…

