Hari Keempat Pencarian Risnayati, Tim Gabungan Hadapi Medan Hutan dan Hujan Lebat
Pencarian Risnayati di Barito Timur memasuki hari keempat. Tim gabungan menyisir hutan lebih dari 14 jam sebelum dihentikan sementara akibat hujan lebat.
Koresponden
Pencarian Risnayati di Barito Timur memasuki hari keempat. Tim gabungan menyisir hutan lebih dari 14 jam sebelum dihentikan sementara akibat hujan lebat.
Pengelolaan kawasan tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha, memperluas kesempatan kerja serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar
Upaya tersebut dilakukan melalui monitoring, evaluasi dan pembinaan pengelolaan website KIM yang menyasar empat komunitas informasi masyarakat di dua desa, yakni Desa Puri, Kecamatan Raren Batuah dan Desa Lampeong, Kecamatan Pematang Karau.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Barito Timur, Parluhutan Tampubolon, mengatakan data tersebut tercatat dalam dashboard pemantauan karhutla BPBD Damkar. Selain jumlah kejadian dan luas lahan terbakar, sistem tersebut juga mencatat 1.799 titik panas atau hotspot yang menjadi bagian dari pemantauan kebakaran di wilayah setempat.
Strategi ini dipadukan dengan pengerahan personel gabungan, penggunaan cairan pemadam X-Fire serta penempatan petugas di pos lapangan guna mempercepat respons terhadap kebakaran di wilayah rawan.
Kepala Desa Simpang Naneng, Sanding, mengatakan tim gabungan melakukan pencarian selama hampir 10 jam, mulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 17.20 WIB. Meski mengerahkan personel dari berbagai unsur dan menyisir sejumlah lokasi, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Pencarian Risnayati (51), warga Desa Simpang Naneng, Barito Timur, masih berlangsung hingga hari kedua dengan melibatkan tim gabungan dan masyarakat.
Masyarakat yang mengetahui informasi mengenai keberadaan Risnayati diharapkan segera menyampaikannya kepada pemerintah desa atau pihak terkait.
Kabut asap masih mengganggu aktivitas warga Ampah Kota. Lima kelompok relawan membagikan sekitar 800 masker kepada pengguna jalan.
Total barang bukti yang disita mencapai 562,14 gram sabu berdasarkan berat bruto dan 38 butir pil ekstasi
Pengungkapan tersebut berlangsung di dua lokasi berbeda, yakni wilayah hukum Polsek Dusun Tengah dan Polsek Dusun Timur. Selain narkotika, polisi turut menyita satu unit mobil, dua sepeda motor, lima telepon genggam serta uang tunai Rp3.201.000.
Layanan informasi publik Barito Timur dievaluasi KI Kalteng. Pemkab menargetkan PPID meraih predikat Informatif pada 2027.
Status tanggap darurat karhutla Barito Timur diperpanjang hingga 31 Oktober 2026. Ratusan hektare lahan terbakar dan 2.803 kasus ISPA tercatat.
Petani di Barito Timur ditemukan meninggal di atas jembatan titian setelah tak kunjung pulang usai mencari rumput. Polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.
Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Unit Pengelola Darah (UPD) RSUD Tamiang Layang dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pasien yang membutuhkan ketersediaan darah untuk menjalani perawatan medis.
Dugaan sementara korban mengalami gangguan kesehatan setelah menghirup gas menjadi salah satu aspek yang perlu ditelusuri. Namun, polisi menegaskan bahwa dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian korban dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kepolisian masih mendalami penyebab kematian Siti Rahmah, seorang perempuan yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Hauling PT Adaro Km 35, Desa Pulau Patai,…
Karhutla di Desa Ampah 2 Barito Timur menghanguskan sekitar satu hektare semak dan kebun buah. Angin kencang sempat mempercepat rambatan api.
Karhutla di Desa Lenggang Barito Timur membakar sekitar tiga hektare semak dan kebun sawit. Dua hektare berhasil dipadamkan meski sumber air terbatas.
Bapenda Bartim bersama tim gabungan menertibkan pajak reklame dan memeriksa perizinan usaha di Dusun Tengah dengan pendekatan jemput bola.