GAPKI: India Tetap Jadi Pasar Ekspor CPO Terbesar RI
GAPKI menilai India tetap menjadi pasar ekspor minyak kelapa sawit terbesar Indonesia sepanjang tahun lalu meskipun pangsa pasar minyak sawit mentah (CPO) di negara itu terus turun.
Kontributor
GAPKI menilai India tetap menjadi pasar ekspor minyak kelapa sawit terbesar Indonesia sepanjang tahun lalu meskipun pangsa pasar minyak sawit mentah (CPO) di negara itu terus turun.
Harga minyak sawit mentah (CPO) masih berpotensi melanjutkan penurunannya pada Rabu (7/2/2018) karena outlook tingginya produksi dan menguatnya mata uang ringgit Malaysia.
Harga minyak sawit (CPO) berpeluang bergerak turun pada perdagangan Selasa (6/2/2018)
Persetujuan anggota Parlemen Uni Eropa terkait rencana larangan impor minyak kelapa sawit (CPO) pada 2021, dipandang bisa berdampak negatif terhadap kinerja emiten perkebunan kelapa sawit.
Pengusaha Sawit Malaysia mendesak pemerintah negeri jiran itu menghentikan sementara kesepakatan perdagangan dengan Uni Eropa.
Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menyerukan agar Indonesia sebaiknya tidak lagi memasok minyak sawit ke Uni Eropa
Harga minyak sawit (CPO) berpeluang untuk bergerak naik pada Senin (5/2/2018) berkat pernyataan optimistis China dan Swedia serta melemahnya mata uang ringgit.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada 2017 mengalami surplus US$11,84 miliar.
Swedia juga mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap resolusi Parlemen Eropa yang melarang pemakaian minyak sawit sebagai bahan campuran biodiesel mulai 2021.
Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali rencana penerbitan Inpres terkait penundaan perizinan (moratorium) kebun sawit
Pelaku usaha kelapa sawit meminta agar pihak-pihak terkait bisa segera duduk bersama guna mendiskusikan peta jalan (roadmap) terkait penggunaan kapal berbendera Indonesia untuk pengangkutan ekspor khususnya produk Crude Palm Oil (CPO).
GAPKI menyatakan, produksi kedelai di negara-negara produsen akan berpengaruh terhadap ekspor minyak sawit Indonesia tahun ini.
Pelaku usaha khawatir pelarangan penggunaan biodiesel mulai 2021 akan mengganggu kinerja ekspor minyak sawit ke Uni Eropa (UE) pada tahun ini.
Indonesia dan Malaysia kini bisa berharap pada dukungan Perancis untuk membatalkan larangan penggunaan minyak sawit untuk biodiesel di Uni Eropa mulai 2021.
Harga CPO berpeluang menguat karena kurs ringgit Malaysia melemah, penetapan bea keluar 0 dolar/metrik ton di Indonesia, serta dukungan Perancis terhadap CPO Malaysia.
Perancis menunjukkan sikap penolakan atas segala kebijakan diskriminatif terhadap komoditas pertanian, termasuk kelapa sawit.
Upaya peremajaan tanaman kelapa sawit yang tengah digalakkan pemerintah demi mendongkrak produktivitas, bisa didukung oleh petani dengan memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR).
Harga CPO yang turun sekitar 1% pada perdagangan Jumat (26/1/2018), kemungkinan penurunan itu berlanjut pada Senin ini (29/1/2018).
Dua produsen minyak sawit terbesar dunia, Indonesia dan Malaysia, diperkirakan akan mencatat kenaikan produksi ke level tertinggi baru tahun ini seiring pulihnya produksi pasca serangan El Nino.
Indonesia baru saja bernapas lega setelah gugatannya terhadap tuduhan dumping oleh Uni Eropa atas produk minyak sawit dimenangkan oleh organisasi perdagangan global tersebut.