BORNEONEWS, Palangka Raya – Isu perselingkuhan mengaitkan Wakil Bupati Katingan, Firdaus dengan Putri Pariwisata Kota Palangka Raya 2025, Tri Yulia Fajrianti menjadi perbincangan di media sosial.

Sejumlah unggahan memunculkan berbagai pertanyaan dari warganet terkait kebenaran informasi tersebut.

Perbincangan itu salah satunya terlihat pada akun TikTok Matarakyatkalteng. Namun informasi yang beredar di media sosial tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan kebenaran dugaan yang beredar.

Hingga kini masyarakat menantikan penjelasan langsung dari pihak yang disebut dalam unggahan tersebut.

Klarifikasi dinilai penting agar informasi yang berkembang tidak berhenti pada spekulasi maupun asumsi publik, terutama wanita bersangkutan dikabarkan sedang hamil disaat masyarakat tengah hadapi Karhutla.

"Kalau dulu bupatinya yg selingkuh,sekarang wakilnya yg selingkuh, ada apa dgn Katingan .???" ucap komentar netizen @Domen95

"Yang menduga harus, bisa membuktikan dong jangan orang nya suruh mengaku,salam sehat selalu" tambah komentar netizen kainnya@Siswanto Siswanto.

Masih banyak lagi komentar warga net terkait hal ini. Keterangan resmi dari Firdaus diharapkan dapat menjawab pertanyaan mengenai isu yang beredar. Di sisi lain, Tri Yulia Fajrianti juga perlu diberikan ruang untuk menyampaikan penjelasan apabila berkenan.

Nama Tri Yulia Fajrianti turut menjadi perhatian karena ia dikenal sebagai Putri Pariwisata Kota Palangka Raya 2025.

Ajang pemilihan tersebut berkaitan dengan kegiatan promosi pariwisata daerah yang melibatkan unsur pemerintah kota.

Pemilihan Putra Putri Pariwisata Kota Palangka Raya berada dalam lingkup kegiatan pariwisata daerah yang berkaitan dengan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya bersama Pemerintah Kota Palangka Raya.

Yang jelas dari pihak terkait dibutuhkan jawaban klarifikasi agar persoalan ini dapat dipahami berdasarkan fakta, bukan semata-mata berdasarkan unggahan dan komentar di media sosial.

Sampai berita ditayangkan sedang dilakukan klarifikasi kepada pihak terkait. (MARINI/R)