BORNEONEWS, Palangka Raya – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat literasi ekonomi dan keuangan syariah sekaligus mendorong solidaritas sosial melalui Program BERKAH (Bergerak Menuju Kemandirian Ekonomi dan Halal).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalteng, Yuliansah Andrias mengatakan upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Doa dan Dzikir Bersama bertema “Meneladani Rasulullah SAW: Hidup Halal, Berkah, dan Penuh Manfaat” di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 613 peserta tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keagamaan, perbankan syariah, pondok pesantren, kelompok tani, UMKM binaan BI, relawan karhutla hingga masyarakat umum.
Sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya perwakilan Gubernur Kalteng dan Wali Kota Palangka Raya, Ketua MUI Kalteng, Direktur Eksekutif KDEKS Kalteng, Rektor UIN Palangka Raya, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalteng, Ketua MES Kalteng, serta Ketua BAZNAS Kalteng.
Rangkaian kegiatan diawali dengan selawat Al-Habsyi dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan sambutan perwakilan pemerintah daerah, Ketua MUI Kalteng, dan Kepala Perwakilan BI Kalteng. Kegiatan kemudian diisi tausiah oleh Habib Husein Ja'far yang mengajak peserta meneladani akhlak Rasulullah SAW serta menerapkan prinsip hidup halal dan penuh keberkahan.
"Melalui Program BERKAH, BI mendorong pemahaman masyarakat mengenai gaya hidup halal serta penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Prinsip tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi, tetapi juga mencakup nilai etika, keadilan, kepedulian, dan kemaslahatan bersama," katanya, Jumat, 30 Oktober 2026.
Selain penguatan literasi syariah, kegiatan ini juga menjadi momentum membangun solidaritas sosial di tengah kondisi karhutla dan kekeringan yang melanda Kalimantan Tengah.
Sebagai bentuk kepedulian, BI Kalteng menyerahkan bantuan untuk mendukung penanganan karhutla. Bantuan tersebut berupa sarana operasional pemadaman, perlengkapan keselamatan petugas, serta logistik operasional guna menunjang kegiatan penanganan kebakaran di lapangan.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan motivasi relawan dan petugas yang terlibat dalam upaya penanggulangan karhutla sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Yuliansah menambahkan BI Kalteng akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, MUI, KDEKS, MES, BAZNAS, Kementerian Agama, perguruan tinggi, perbankan syariah, dan mitra strategis lainnya.
Edukasi ekonomi syariah juga akan diperluas melalui masjid, pondok pesantren, komunitas, kelompok tani, dan UMKM binaan.
"Melalui Program BERKAH, BI berharap penguatan nilai spiritual, kemandirian ekonomi, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dalam membangun masyarakat Kalimantan Tengah yang lebih sejahtera, tangguh, dan berkelanjutan," pungkasnya. (MARINI/R)









