BORNEONEWS, Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan 11 pesawat angkut untuk mendukung operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia.
Pengerahan ini dilakukan atas perintah Presiden Prabowo Subianto yang meminta penggunaan pesawat Hercules untuk membantu penanganan karhutla.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis 29 Oktober 2026 menjelaskan bahwa pesawat yang dikerahkan terdiri atas beberapa jenis, yakni Hercules C-130, C-130J-30 Super Hercules, CASA 212, CN-295, hingga pesawat angkut terbaru TNI AU, A-400M.
Seluruh pesawat tersebut digunakan untuk mendistribusikan logistik berupa es kering (dry ice) dan natrium klorida (NaCl) sebagai bahan pendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah daerah.
"Pesawat yang dikerahkan terdiri dari lima CASA 212, dua C-130H Hercules, dan satu CN-295 yang mendukung penyemaian bahan OMC. Sementara itu, dua C-130J-30 Super Hercules digunakan untuk mendistribusikan bahan semai dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarmasin, dan Lanud Sri Mulyono Herlambang," kata Feri.
Sementara itu, pesawat A-400M dikerahkan untuk mengirimkan kontainer penyimpanan berpendingin (cold storage container) ke wilayah operasi.
Feri mengatakan pengerahan pesawat angkut tersebut telah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Upaya penanganan karhutla melalui OMC itu menunjukkan hasil positif, dengan mulai turunnya hujan di sejumlah wilayah terdampak kebakaran.
Ia menegaskan bahwa TNI AU akan terus menyiagakan pesawat angkut untuk mendukung berbagai kebutuhan negara, termasuk operasi militer selain perang (OMSP), seperti penanganan karhutla.
Feri berharap kontribusi TNI AU melalui pengerahan armada pesawat angkut dapat membantu pemerintah dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
SUMBER: ANTARA









