BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hujan yang turun pada Senin, 26 Oktober 2026, membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.

Namun, sejumlah area bekas terbakar masih mengeluarkan asap sehingga pemantauan tetap dilakukan.

Relawan Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK), Deny Priyatna, Selasa, 27 Oktober 2026 mengatakan hujan yang mengguyur kawasan tersebut cukup membantu mengurangi kebakaran. Meski demikian, kondisi di lapangan belum sepenuhnya aman karena masih ditemukan beberapa area yang berasap.

"Hujan kemarin cukup membantu pemadaman, tapi masih ada beberapa area yang masih berasap," kata Deny Priyatna.

Menurutnya, potensi kebakaran kembali muncul tetap perlu diwaspadai apabila hujan tidak turun selama beberapa hari. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat sisa bara api kembali menyala, terutama di area bekas terbakar yang masih menyimpan panas.

"Kalau misalkan dua sampai tiga hari tidak ada hujan, kemungkinan api bisa menyala lagi," jelas Deny Priyatna.

Karena itu, relawan YOHK tetap melanjutkan upaya pencegahan dengan membuat sekat bakar di area yang berpotensi mengalami penjalaran api. Selain itu, pengecekan rutin dilakukan di kawasan bekas terbakar untuk memastikan tidak ada bara yang masih aktif.

Deny Priyatna menjelaskan, keberadaan asap di sejumlah titik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pemantauan. Kondisi tersebut perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan apakah masih terdapat sisa pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Upaya pembuatan sekat bakar dan pemeriksaan berkala tetap diperlukan meskipun hujan telah membantu pemadaman. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali menyala dan meluas ke kawasan hutan lainnya di TNTP.

"Jadi kami harus tetap lanjut buat sekat bakar dan rutin mengecek area yang bekas terbakar, buat memastikan api benar-benar padam," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/H)