BORNEONEWS, Palangka Raya - Operasi udara untuk menekan karhutla di Kalimantan Tengah berlanjut. Laporan Posko PDB Karhutla terbaru 27 Oktober 2026 mencatat tiga sortie helikopter water bombing dengan total 81 kali penjatuhan air dan 324.000 liter air, serta tujuh penerbangan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan total bahan semai 11.200 kilogram natrium klorida (NaCl).
Helikopter EH-60A milik PT Garuda Persada Internasional terbang 4 jam 39 menit dan melakukan 53 kali water bombing dengan 212.000 liter air di Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau. Luas area terbakar di lokasi sekitar 5 hektare dan area yang di-waterdrop sekitar 4 hektare.
Helikopter Kamov KA-32AO milik PT Rajawali Pratama Internasional terbang dua sortie di Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur. Sortie pertama (2 jam 29 menit) menjatuhkan air 17 kali sebanyak 68.000 liter, sedangkan sortie kedua (1 jam 19 menit) 11 kali sebanyak 44.000 liter. Kedua sortie melaporkan area terbakar sekitar 20 hektare, dengan area yang di-waterdrop sekitar 3 hektare dan 2 hektare.
Dari tujuh penerbangan OMC yang tercantum, empat sudah mencatat realisasi kedatangan: CASA 212-200 A-2105 (NaCl 800 kilogram, area Pulang Pisau bagian selatan dan Katingan bagian selatan), CASA 212-200 A-2107 (800 kilogram, Pulang Pisau bagian timur dan utara serta overhead Palangka Raya), CASA 212-400 A-2119 (800 kilogram, Kapuas bagian tengah dan Kota Palangka Raya), dan Cessna Caravan PK-SNL milik BNPB dengan misi OMC Kalimantan Selatan (1.000 kilogram, area Katingan dan Kotawaringin Timur). Total NaCl pada empat penerbangan itu 3.400 kilogram.
Tiga penerbangan lainnya tercantum sebagai rencana atau baru berangkat saat laporan disusun: CN295 A-2904 (NaCl 2.000 kilogram, Kalimantan Tengah bagian barat), Hercules A-1328 (4.800 kilogram, target Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan), dan Cessna Caravan C208B PK-FPU (1.000 kilogram, area Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Taman Nasional Tanjung Puting). Total NaCl pada ketiganya 7.800 kilogram, sehingga jumlah seluruhnya 11.200 kilogram.
Asap masih mengganggu jarak pandang di sebagian wilayah. Pada pukul 15.00 WIB, jarak pandang tercatat 0,7 kilometer di Pangkalan Bun dan 0,9 kilometer di Buntok dengan cuaca berasap. Di Muara Teweh jarak pandang 2,5 kilometer (berasap), sedangkan di Palangka Raya (udara kabur) dan Sampit (berasap) masing-masing 5 kilometer.
Dari sisi kesehatan, infografis harian mencatat 6.643 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan 1.234 kasus diare pada minggu keempat Oktober 2026. Angka itu naik dari 6.308 dan 1.151 kasus pada laporan 25 Oktober untuk minggu yang sama.
BMKG Kalteng menyebut Madden-Julian Oscillation (MJO) terpantau di fase 1 dan diprediksi aktif, gelombang Kelvin yang bergerak ke timur aktif, serta ada belokan angin dan konvergensi di Kalimantan Tengah. Kelembapan udara yang cukup basah dan labilitas lokal yang cukup labil mendukung potensi awan hujan di beberapa wilayah.
Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berpotensi pada 27 Oktober di Sukamara, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, dan Katingan. Pada 28 Oktober potensinya di Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, dan Murung Raya, dan pada 29 Oktober di Gunung Mas dan Murung Raya. Untuk 30 Oktober–2 November, potensi hujan ada di 10 wilayah: Seruyan bagian utara, Kotawaringin Timur, Katingan, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, Kapuas, Pulang Pisau, dan Kota Palangka Raya.
BMKG mengimbau masyarakat tidak membakar lahan untuk tujuan apa pun, mengurangi kegiatan di luar ruangan, dan memakai masker saat berada di luar, terutama bagi penderita gangguan pernapasan, anak-anak, ibu hamil, dan lansia. (HERMAWAN DP/H)









