BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Langkah cepat, keberanian mengambil risiko, hingga keterlibatan langsung dalam operasi penegakan hukum menjadi bagian dari kiprah Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari.

Di tengah dominasi laki-laki dalam tugas-tugas operasional kepolisian, Rina menunjukkan bahwa perempuan juga mampu berada di garis depan.

Salah satu momen itu terlihat saat penggerebekan kasus narkoba di Kecamatan Kapuas Timur pada 15 Oktober 2026. Rina tidak hanya berdiri memberikan instruksi kepada personel Satresnarkoba Polres Kapuas. Ia justru ikut bergerak bersama anggota menuju sebuah barak yang dihuni terduga pelaku narkoba.

Dalam operasi tersebut, Rina terlihat berlari memimpin pergerakan personel. Setibanya di lokasi, ia dengan sigap menendang pintu barak untuk membuka akses masuk. Aksi itu memperlihatkan bagaimana seorang pimpinan kepolisian mengambil peran langsung dalam operasi, bukan sekadar mengandalkan komando dari belakang.

Kasi Humas Polres Kapuas, Iptu Suroto, membenarkan bahwa atasannya tersebut memiliki pengalaman panjang dalam tugas-tugas lapangan.

"Iya beliau memang orang lapangan, mantan Kasat Reskrim Polres Cirebon," ungkap Suroto, Jumat, 30 Oktober 2026.

Pengalaman Rina di lapangan memang bukan hal baru. Sebelum menjabat Kapolres Kapuas, ia telah melewati sejumlah penugasan yang berkaitan dengan penegakan hukum dan operasional kepolisian. Bahkan, selama bertugas di Kapuas, ia juga beberapa kali terlibat langsung dalam operasi penindakan bersama anggotanya.

Perjalanan karier Rina dimulai setelah lulus Akademi Kepolisian (Akpol) pada 2006. Ia pernah bertugas sebagai Kanit Idik I Satreskrim Polrestabes Bandung, kemudian dipercaya menjadi Kasat Reskrim Polres Majalengka pada 2016 dan Kapolsek Andir Polrestabes Bandung sebelum 2020.

Pada 2020, Rina menjabat Kasat Reskrim Polresta Cirebon. Kariernya berlanjut sebagai Wakapolres Kuningan pada 2022, sebelum mendapat penugasan sebagai Kabag Giat Anjak Korsis Sespimmen Sespim Lemdiklat Polri. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya hingga dipercaya memimpin Polres Kapuas.

Rina resmi menjabat Kapolres Kapuas pada 26 Juni 2026. Kehadirannya membawa pengalaman di bidang reserse dan operasional kepolisian ke Kabupaten Kapuas. Namun, kiprahnya juga memperlihatkan sisi lain dari kepemimpinan perempuan di institusi penegak hukum yang selama ini kerap identik dengan pekerjaan lapangan yang penuh tantangan.

Keberanian Rina turun langsung dalam operasi menjadi gambaran bahwa kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari seberapa kuat seseorang memberikan perintah. Ada keteladanan ketika seorang pemimpin bersedia hadir bersama anggotanya menghadapi situasi di lapangan. Dari Kapuas, Rina menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki ruang dan kemampuan untuk berdiri di garis depan penegakan hukum. (SABRIANOOR)