Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Hujan ini menjadi angin segar di tengah kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut
Koresponden
Hujan ini menjadi angin segar di tengah kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut
Berdasarkan laporan waktu sekitar pukul 12.21 hingga 12.38 WIB, jarak pandang di atas perairan dilaporkan hanya sekitar 30 meter
Polisi juga mengimbau masyarakat tidak membawa senjata tajam tanpa hak atau izin di tempat umum
Kasus ini memperlihatkan bagaimana dorongan untuk mengikuti tren di media sosial dapat berujung pada kekerasan di lingkungan sekolah
Polresta Banjarmasin mengimbau orang tua untuk membangun komunikasi terbuka dengan anak, termasuk menanyakan pengalaman mereka selama berada di sekolah
Kenaikan tersebut terjadi ketika kabut asap pekat menyelimuti Kuala Kapuas dan sekitarnya. Kondisi ini memperlihatkan memburuknya kualitas udara dalam rentang waktu sekitar satu jam berdasarkan data yang tersedia.
Sejumlah warga melaporkan, kondisi tersebut membuat aktivitas feri tidak bisa berlangsung lancar. Awak kapal harus mempertimbangkan keselamatan penyeberangan karena kabut asap menghalangi pandangan di sepanjang jalur sungai.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat malam, 23 Oktober 2026. Informasi mengenai perkembangan kejadian tersebut disampaikan pemilik HP pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Informasi mengenai kejadian tersebut disampaikan oleh karyawan warung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, setelah rekaman CCTV diperiksa untuk menelusuri kehilangan barang di tempat usaha itu.
Informasi awal menyebutkan, kedua anak tersebut diduga merupakan peserta Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin).
Insiden tersebut diduga terjadi akibat kabut asap yang mengganggu jarak pandang di perairan Muara Langadai, namun belum bisa diverifikasi kerusakan yang membuat kapal nyaris tenggelam.
Api membakar semak kering di lahan tersebut. Jarak titik kebakaran dengan rumah warga yang hanya sekitar belasan meter memicu kekhawatiran masyarakat setempat.
Informasi kebakaran diterima jejaring relawan sekitar pukul 10.28 Wita. Dalam laporan awal, petugas meminta bantuan unit tangki air karena titik air di sekitar lokasi kebakaran sulit dijangkau.
Peristiwa tersebut menarik perhatian warga yang melihat mobil berhenti di tengah jalan. Pengemudi yang berada di dalam kendaraan terlihat mengalami kondisi darurat dari balik kaca mobil.
Kecelakaan bermula ketika sebuah truk yang melaju menuju Kuala Kapuas mengalami gangguan atau trouble di perjalanan.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya, Nadya, menjelaskan El Nj?o berkaitan dengan peningkatan suhu muka laut di wilayah Pasifik tropis bagian tengah dan timur, terutama kawasan yang dikenal sebagai Nj?o 3.4. Perubahan tersebut memengaruhi sirkulasi atmosfer dan distribusi pembentukan awan di kawasan tropis.
Dalam informasi yang disampaikan, pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan bundaran tersebut karena kondisi jalan yang licin berpotensi membahayakan keselamatan.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya, Nadya, menjelaskan El Nj?o merupakan fenomena iklim yang dapat menurunkan intensitas curah hujan, memperpanjang musim kemarau, serta memperlambat awal musim hujan.
Berdasarkan penjelasan BPBD Kapuas, tidak ada rumah warga yang dilaporkan terbakar dalam kejadian karhutla di belakang SMKN 3 Kuala Kapuas tersebut
Progres pembangunan Waterfront City Kapuas. (FOTO: Dishub Kps)