DPKP Palangka Raya Perkirakan Hewan Kurban 2026 Capai 2.000 Ekor
?lb?^?<D?b? !??+ w????E6O !?w`r{S0x [ B???;7gW???`q??n?9??????b????)? ?{U0y?]?!?? kP?'TC8??!??(?? 6?5?5b?e??(?]??5?sl
?lb?^?<D?b? !??+ w????E6O !?w`r{S0x [ B???;7gW???`q??n?9??????b????)? ?{U0y?]?!?? kP?'TC8??!??(?? 6?5?5b?e??(?]??5?sl
DPKP Palangka Raya mulai memeriksa kesehatan hewan kurban di 21 titik penjualan menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Seluruh sapi yang berada di lokasi tersebut sebelumnya telah menjalani vaksinasi dua minggu lalu dan hari ini kembali dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter hewan
Perum Bulog perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, khususnya dinas yang membidangi perdagangan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk memastikan distribusi minyak goreng berjalan lancar dan tepat sasaran.
Prof Rahmawaty menekankan pentingnya analisis spasial dan kolaborasi multipihak dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta pengelolaan sumber daya alam.
Dalam khotbahnya, ia mengangkat refleksi dari Mazmur 34 dengan tema Pujian Daud Lahir dari Titik Terenda?. Menurutnya, mazmur tersebut lahir dari pengalaman paling memalukan dalam hidup Daud ketika diburu Raja Saul dan melarikan diri ke Gat, wilayah musuh Filistin.
Penggunaan DBH sawit tahun 2026 tetap mengacu pada skema yang telah ditetapkan pemerintah pusat melalui PMK Nomor 10 Tahun 2026.
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata seluruh pegawai untuk terus menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Eddy menjelaskan, salah satu poin utama dalam regulasi baru itu adalah pemberian kelonggaran waktu bagi eksportir. Jika sebelumnya batas waktu pelunasan kurang bayar maupun pengajuan keberatan hanya 60 hari, kini diperpanjang menjadi 90 hari kalender. Selain itu, istilah Surat Penetapan Pembayaran Pungutan Ekspor yang sebelumnya disebut SP3ES kini disederhanakan menjadi SP3E.
Ia mengatakan, pada tahun 2026 Kalimantan Tengah hanya memperoleh alokasi DBH sawit sebesar Rp14,8 miliar. Jumlah tersebut jauh menurun dibanding tahun 2025 yang mencapai Rp117,88 miliar, bahkan lebih kecil dibanding tahun 2023 sebesar Rp289,46 miliar.
Seluruh kekuatan yang dimiliki akan diturunkan untuk mengikuti 12 kategori lomba pada Pesparawi Nasional XIV. Berbagai persiapan terus dimatangkan, baik dari sisi latihan vokal, musikalitas, hingga kekompakan tim.
Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi energi positif bagi para peserta yang selama ini menjalani latihan secara intensif. Karena itu, momentum konser akbar diharapkan semakin menambah semangat seluruh anggota kontingen.
Konser akbar yang digagas Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah atau LPPD Provinsi Kalimantan Tengah itu berlangsung meriah dengan penampilan para peserta yang akan mewakili Kalimantan Tengah di tingkat nasional. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, serta para undangan lainnya.
Dalam dua hari terakhir pihaknya telah menerima pasokan Minyakita yang langsung didistribusikan ke sejumlah titik penjualan.
Ia menjelaskan, Kontingen Pesparawi Kalimantan Tengah tahun ini akan mengikuti 12 kategori lomba pada ajang nasional di Manokwari. Karena itu, seluruh peserta terus didorong untuk menjaga disiplin latihan, kekompakan, serta kesiapan mental agar mampu memberikan penampilan terbaik saat kompetisi berlangsung.
Ibadah berlangsung khidmat dan dihadiri jemaat serta para pendukung kontingen Pesparawi Kalimantan Tengah. Dalam khotbahnya, Pdt Agustiman J Naman mengajak seluruh peserta dan umat untuk menjadikan pelayanan pujian sebagai bentuk kesaksian iman serta sarana memuliakan Tuhan.
Salah seorang pedagang di Jalan Tingang, Anna, mengatakan stok Minyakita mulai sulit diperoleh bahkan sejak sebelum Lebaran. Saat itu harga di tingkat pengecer sudah mencapai Rp17.500 per liter dan terus mengalami kenaikan setelah Idul Fitri.
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Rizky R Badjuri bersumber dari data PIC DBH Sawit Kalteng, Rini Fatmawati menjelaskan bahwa pembagian DBH sawit tahun 2026 terbagi dalam dua skema utama, yakni 80 persen untuk infrastruktur dan 20 persen untuk kegiatan lainnya.
Porsi terbesar DBH sawit yakni 80 persen dialokasikan untuk peningkatan kualitas infrastruktur sehingga pengelolaannya berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR, bukan di Dinas Perkebunan.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam perayaan Pesta Perak tahbisan episkopal Mgr Aloysius yang berlangsung di Gereja Katedral Santa Maria Palangka Raya pada Minggu, 10 Mei 2026, dan dihadiri ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah di Kalimantan Tengah.