Guru di Kotim Diminta Tetap ke Sekolah
Kepala SMPN 1 Sampit, Maspa Puluhulawa siap melaksanakan arahan itu. Selama ini pun para guru tetap hadir ke sekolah meski pembelajaran jarak jauh
Koresponden
Kepala SMPN 1 Sampit, Maspa Puluhulawa siap melaksanakan arahan itu. Selama ini pun para guru tetap hadir ke sekolah meski pembelajaran jarak jauh
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur terus berupaya mengatasi kelangkaan oksigen di daerah itu. Salah satu caranya adalah dengan membeli alat oksigen ekstraktor dalam waktu dekat ini.?
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mendukung pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) memproduksi dan mengembangkan batik ecoprint.
Kapolres Kotawaringin Timur, AKBP Abdoel Harris Jakin menilai, kedatangan warga yang berniat suntik vaksin ke Citimall Sampit merupakan salah satu bentuk meningkatnya kesadaran masyarakat.?
Sejumlah warga? merasa bersyukur Polres Kotawaringin Timur menggelar vaksinasi massal di Citimall Sampit, Kamis, 5 Agustus 2021. Warga pun memanfaatkan momentum itu dengan sebaik-baiknya.?
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Murjani Sampit, mencatat ada 8 orang ibu hamil positif Covid-19. Saat ini, para ibu hamil tersebut masih berada dalam perawatan intensif rumah sakit.?
Muriansyah mengimbau?masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama seperti sampah rumah tangga sisa membersihkan ikan dan bangkai binatang
Dinas pendidikan juga rutin mendatangi sekolah, terutama bagi sekolah yang berada di dalam kota, untuk menyemangati para guru
Sejumlah warga di media sosial atau warganet mengecam adanya kerumunan yang terjadi saat vaksinasi massal di Citimall Sampit, Kamis, 5 Agustus 2021.
Kota Sampit, Kotawaringin Timur, pada Juli lalu kembali mengalami inflasi atau kenaikan harga. Sejumlah peningkatan harga ditunjukkan oleh sejumlah kelompok pengeluaran.
Masyarakat Kota Sampit, Kotawaringin Timur, yang mengalami gangguan satwa liar seperti ular, diharapkan tak membunuh atau menangani sendiri. Masyarakat bisa menghubungi tim ahli yang sudah berpengalaman menyelamatkan ular-ular itu.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengungkap, sudah 5 kasus bekantan diduga nekat menyeberang Sungai Mentaya dalam 4 tahun terakhir. Hal ini masih menjadi misteri tersendiri.
Sejumlah warga berhasil menyelamatkan seekor bekantan saat hanyut di Sungai Mentaya, Sampit, Kotawaringin Timur, Rabu, 4 Agustus 2021.?
Dua ekor ular yang sempat menyerang unggas peliharaan milik Lehan, warga Jalan HM Arsyad, akhirnya diserahkan ke aktivis pecinta satwa liar di Sampit. Selanjutnya aktivis melepaskan ular tersebut ke lokasi yang jauh dari jangkauan manusia.
Kepala Dinas?Pendidikan Kotawaringin Timur, Suparmadi mengharapkan tak ada muncul klaster pendidikan. Sebab itu, guru dan peserta didik belum ada yang melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Bekantan yang diselamatkan warga saat hanyut di Sungai Mentaya, langsung dilepaskan ke habitat aslinya oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Rabu, 4 Agustus 2021.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, kembali menegaskan, video? serangan buaya yang beredar di media sosial yang beredar belakangan ini tidak terjadi di Sungai Mentaya. Peristiwa yang terekam di video tersebut ternyata terjadi di Negara Meksiko.?
Berbagai ikhtiar dilakukan warga memerangi Covid-19. Termasuk menggelar doa tolak bala. Salah satunya seperti yang dilaksanakan warga Kompleks Perumahan Bukit Permai, RT 17, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Rabu, 4 Agustus 2021.?
Aktivitas wisata susur Sungai Mentaya, beberapa hari ini, mulai berkurang setelah setelah adanya kemunculan buaya di perairan sekitar kota. Hal ini diperparah dengan beredarnya video serangan buaya yang ternyata bukan di Sampit.?
Lehan beserta karyawan bengkelnya dibuat kaget, Rabu dini hari, 4 Agustus 2021. Bagaimana tidak, dua ekor sanca berukuran 3,5 meter masuk ke kandang unggas, di samping bengkel miliknya, di Jalan HM Arsyad, Sampit, Kotawaringin Timur.?