Awal Ramadan, Volume Sampah di Sampit Masih Normal
Gatot menuturkan volume sampah di depo-depo sampah yang ada di Kota Sampit masih normal. Meski ada sedikit peningkatan, namun masih bisa teratasi.?
Tag
Gatot menuturkan volume sampah di depo-depo sampah yang ada di Kota Sampit masih normal. Meski ada sedikit peningkatan, namun masih bisa teratasi.?
Personel Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Timur melakukan pembersihan sampah yang menumpuk di depan Pasar Tamiang Layang, tepatnya di ujung sebelah selatan yang bukan tempat pembuangan sampah.
Campaign Manager of Waste4Change Saka Dwi Hanggara mengatakan bahwa Indonesia menghadapi 185 ribu ton sampah setiap harinya, dan hanya sedikit yang dikelola dengan baik.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan volume sampah yang diangkut dari sungai di Jakarta pada Oktober hingga Desember 2021 mencapai 121.433,53 meter kubik, melebihi luas kawasan Monumen Nasional (Monas) yang mencapai 80,3 hektare dan tinggi 132 meter.
Pihak Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, harus menurunkan alat berat untuk membersihkan tumpukan sampah sepanjang 30 meter yang berada di Jalan Pelita Barat, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).?
Meskipun depo sampah sudah banyak berdiri di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Namun masih saja banyak oknum warga yang membuang sembarangan.?
Bak amrol atau kontainer sampah sudah tidak ditempatkan?di seberang rumah jabatan Kapolsek Dusun Timur di Tamiang Layang. Namun, ada saja?oknum warga yang tetap membuang sampah di tempat tersebut.?
Bupati Seruyan Yulhaidir-??mengajak masyarakat di Kabupaten Seruyan untuk peduli terhadap sampah yang ada di lingkungannya.
Dengan adanya kepedulian terhadap sampah, maka komunitas diharapkan ?dapat mendorong semua orang untuk tidak nyaman melihat ada sampah di tempat ia berdiri, duduk dan dimanapun.
Dia meminta agar warga yang bermukim di bantaran sungai tidak membuang sampah di bawah rumahnya karena selain menimbulkan pencemaran, keberadaan sampah tersebut juga dapat menimbulkan penyakit
Sampah organik atau sampah sisa makanan mendominasi persampahan di Palangka Raya. Jumlahnya mencapai 70 persen.
Pemko Palangka Raya menargetkanpengurangan sampah sebesar 30 persen dalam 4 tahun mendatang atau tahun 2025.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengungkapkan timbulan sampah di kota itu tidak kurang dari 140 ton setiap harinya.
Mengoptimalkan pengelolaan sampah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukamara menargetkan di tahun 2022 pengurangan sampah rumah tangga dan sampah sejenis nya sebesar 2.500 ton.
Pemerintah Kabupaten Sukamara berharap dengan beroperasinya TPS 3R Bukit Patung Jaya yang berada di Kecamatan Balai Riam dapat mengatasi permasalahan sampah diwilayah tersebut.
Kebiasaan buruk oknum warga buang sampah sembarangan sulit dihilangkan. Buktinya, Jalan Ki Hajar Dewantara yang disulap jadi Kawasan Beriman (Bersih, Indah dan Nyaman) yang digaungkan pemerintah, Karang Taruna, sekolah dan masyarakat setempat kembali dijadikan tempat pembuangan sampah.
Tumpukkan sampah seakan dibiarkan menggunung di Jalan Sawit Raya, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Akibat tumpukan sampah juga berpotensi banjir akan lebih besar karena tidak menutup kemungkinan sampah area tersebut akan menghalangi arus air keluar
Guna mengantisipasi oknum warga nakal yang membuang sampah secara sembarang, Kawasan Beriman (Bersih Indah dan Nyaman) di Jalan Ki Hajar Dewantara Sampit, Kotawaringin Timur dipasang kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV).
Baru saja dibersihkan dengan gotong royong, kawasan percontohan Beriman (Bersih Indah dan Nyaman) di Jalan Ki Hajar Dewantara kembali dijadikan tempat sampah liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.