Tumpukan Sampah Jadi Salah Satu Penyebab Banjir di Palangka Raya
Sampah yang ada di TPA nantinya akan diolah, atau dihancurkan. Selain itu bisa juha dibentuk kembali menjadi bahan yang berguna hingga barang yang bernilai ekonomis
Tag
Sampah yang ada di TPA nantinya akan diolah, atau dihancurkan. Selain itu bisa juha dibentuk kembali menjadi bahan yang berguna hingga barang yang bernilai ekonomis
Spanduk bertuliskan doa bagi pembuang sampah agar dicabut nyawanya terpampang di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, tepatnya di antara SMA Negeri 3 Sampit dan SMK Negeri?1 Sampit.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotawaringin Timur, Sanggul Lumban Gaol, mengaku tak bisa berkata-kata apa melihat perilaku jorok oknum warga yang terjadi di Jalan Pelita Barat, Sampit, Kotawaringin Timur.?
Tempat pembuangan sampah liar di Jalan Pelita Barat, Sampit, Kotawaringin Timur, kian membuat jijik pengguna jalan. Betapa tidak, sampah sampai meluber ke tengah jalan dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan kerjasama dengan investor untuk melakukan pengolahan sampah menjadi briket dan barang bernilai ekonomis.?
Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Syahbana mendukung langkah pemerintah daerah untuk melakukan terobosan untuk pengolahan sampah menjadi bernilai ekonomis.?
Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya rutin memberikan pelatihan bagi warga agar mahir dalam mengelola sampah skala rumah tangga. Pelatihan tersebut telah dilakukan di beberapa kelurahan wilayah setempat.
Ada oknum yang sengaja membuang sampah dalam skala besar di Jalan Sisingamangaraja III, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya.
Pemko Palangka Raya targetkan pengurangan sampah sebesar 25 persen dalam 4 tahun mendatang atau 2025.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengungkapkan timbulan sampah? di kota itu tidak kurang dari 100 ton setiap harinya dengan didominasi sampah sisa makanan dan plastik.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya memberikan pelatihan bagi warga agar mahir dalam mengelola sampah skala rumah tangga.
Warga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur menghasilkan 60 ton sampah setiap harinya. Jumlah ini dihitung dari keseluruhan angkutan truk dari depo-depo sampah yang ada.
Hadi, warga perumahan Jalan Pelita Barat Sampit?mengatakan sampah?di kawasan itu diduga dibuang oleh oknum yang tinggal di luar kompleks
Warga Jalan Lingkar Kota Utara Sampit, Kotawaringin Timur, yang kerap diteror beruang mengaku,?terpaksa membuang sampah sembarangan karena di sekitar kawasan itu tak ada tempat pembuang sementara maupun depo sampah.
BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Setiap hari puluhan ton sampah dihasilkan oleh masyarakat di Kuala Pembuang dan sekitarnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Seruyan, Priyo Widagdo melalui Sekretaris dr…
Pemandangan tidak mengenakan mata terjadi di Jalan DI Panjaitan, dekat Taman Kota Sampit. Sampah berserakan dan terkesan tidak ada satu pun yang peduli.
Pemandangan tidak sedap karena banyaknya sampah terlihat di sungai yang terletak di Jalan Cilik Riwut 2 arah Sekolah Alam Cendekia Rt 13 Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie A Lambung mengatakan bahwa kebutuhan pangan berdampak pada volume sampah. Karenanya pada momen-momen hari besar keagamaan volume sampah juga meningkat karena perayaan-perayaan identik dengan penyuguhan makanan.
Setiap hari para petugas kebersihan telah diturunkan untuk membersihkan lingkungan perkotaan, namun dengan keterbatasan yang ada maka pembersihan hanya dapat mencapai 80 persen
Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) IAHN-TP Palangka Raya Martono, mengimbau mahasiswa dan masyarakat agar turut serta menjaga kebersihan lingkungan, dengan tidak sembarangan membuang sampah.