BORNEONEWS, Palangka Raya — Tim gabungan SAR melanjutkan operasi pencarian korban anak perempuan berinisial AI yang diduga tenggelam di aliran Sungai Kahayan, tepatnya di bawah Jembatan Kahayan, Kota Palangka Raya, Sabtu, 7 November 2026.

Kepala Kantor Pertolongan dan Pencarian Basarnas Palangka Raya Anak Agung Ketut Alit Supartana melalui Kasi Ops Basarnas Palangka Raya Maulana Abdillah menyebutkan, pada hari kedua ops pencarian tim tidak hanya melakukan penyisiran di permukaan air saja, melainkan juga sudah menurunkan petugas penyelam ke dalam aliran sungai.

“Pada hari kedua ini kami lakukan penyisiran permukaan sekaligus penyelaman,” ujar Maulana Abdillah, Minggu 8 November 2026.

Area yang menjadi sasaran pencarian memiliki jangkauan radius hingga 1,35 kilometer dari titik lokasi kejadian di bawah Jembatan Kahayan.

Luasnya cakupan radius pencarian dilakukan karena arus Sungai Kahayan berpotensi menyeret tubuh korban ke titik yang lebih jauh dari lokasi anak itu terjatuh.

Tim SAR gabungan yang terlibat terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, beserta para relawan masyarakat yang membantu di lokasi.

Sebelumnya, operasi hari pertama terkendala kondisi air sungai yang keruh, berlumpur, serta jarak pandang di dalam air hampir nol persen sehingga membatasi ruang gerak penyelam.

Meski begitu, hari kedua tim tetap berupaya maksimal menyisir seluruh area yang sudah dipetakan.

Maulana menyampaikan seluruh personel bekerja dengan penuh kewaspadaan mengingat aliran Sungai Kahayan cukup deras.

Koordinasi terus dijaga antar instansi agar proses pencarian berjalan tertib dan aman bagi para petugas di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, korban yang berusia sekitar 11 tahun itu masih belum berhasil ditemukan.

Tim SAR akan terus melanjutkan operasi pencarian sesuai perkembangan situasi di lapangan.

"Kami juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk selalu mengawasi anak‑anak dan melarang mereka mandi atau berenang di aliran sungai yang berbahaya seperti di bawah Jembatan Kahayan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," pungkasnya. (PATHUR)