BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, meminta pemerintah kabupaten dan kota untuk dapat memaksimalkan hilirisasi pada komoditas-komoditas unggulan guna memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
"Saya ingin agar komoditas-komoditas unggulan di setiap daerah dapat lebih dimaksimalkan pengelolaannya. Jangan sampai bahan mentahnya dari Kalimantan Tengah, tapi pengolahannya di daerah lain. Hal ini akan sangat merugikan," tegasnya, Senin, 12 Desember 2022.
Saat ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memacu percepatan hilirisasi industri di seluruh wilayah kabupaten dan kota sehingga ekspor tidak lagi berasal dari komoditas hulu, namun juga mengandalkan komoditas hilir yang memiliki nilai tambah tinggi.
"Kita ingin agar ada industri pengolahan di Kalimantan Tengah. Agar sumber daya alam yang ada ini dapat di olah menjadi produk jadi, sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi jika di ekspor ke luar Kalimantan Tengah," ujarnya.
Dia juga meminta kepada para bupati dan wali Kota untuk dapat mendata seluruh potensi sumber daya alam yang ada di wilayahnya masing-masing, guna merumuskan langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan sumber daya alam tersebut.
"Dengan adanya hilirisasi industri di akan menyerap tenaga kerja masyarakat setempat, sehingga turut memberikan kontrol terhadap keberlangsungan industri karena proses industri yang sangat dekat dengan masyarakat," tutupnya. (NOPRI/B-6)
Pemerintah Kabupaten Kota Diminta Maksimalkan Hilirisasi Pada Komoditas Unggulan
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Gubernur Kalteng Minta Kabupaten Kota Siagakan Personel Karhutla
Gubernur Kalteng Minta Kabupaten dan Kota Siapkan Anggaran Sektor Pangan
Gubernur Kalteng Minta Kabupaten/Kota Akselerasikan Program Atasi Kemiskinan
Gubernur Kalteng Minta Kabupaten-Kota Kendalikan Inflasi
Gubernur Kalteng Tegaskan Kesiapan Pemerintah Menjadi Mediator Kerja Sama Perguruan Tinggi
Pelayanan Kesehatan Bermutu Jadi Program Prioritas Pemerintah
Komentar (0)
Memuat komentar…







