BORNEONEWS, Sampit - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengatakan 1 orang meninggal dunia akibat keracunan kue ipau karena kekurangan cairan tubuh.
"Keracunan ini tanda-tandanya mual, mulas, dan muntah. Sehingga meninggalnya itu karena kekurangan cairan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kader, Senin, 3 April 2023.
Hasil penelitian Laboratorium Kesehatan Daerah, kue ipau penyebab keracunan massal positif mengandung bakteri ecoli dan salmonella. Infeksi bakteri itu menimbulkan gejala sakit perut, diare, demam, muntah dan kram di perut.
Diare dan muntah yang terus menerus mengakibatkan korban kehabisan cairan di dalam tubuh sehingga tidak dapat diselamatkan.
"Apalagi ada komplikasi penyakit lain itu akan memperberat penyakitnya," ujarnya.
--page
Hingga kini, korban keracunan kue ipau yang dibeli dari salah satu pedagang di Kecamatan Baamang mencapai 84 orang dan 1 orang meninggal dunia.
"Alhamdulillah kasusnya sudah bisa kita kendalikan dan mudah-mudahan ini adalah yang terakhir yang jumlahnya 84 orang," demikian Umar. (DEWI PATMALASARI/J)









