BORNEONEWS, Palangka Raya - Posko Penanganan Darurat Bencana (PDB) Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah mencatat 76 titik panas (hotspot) di seluruh provinsi pada data terbaru Rabu malam 28 Oktober 2026.
Data BRIN dan SiPongi itu tercantum dalam infografis harian pukul 18.00 WIB. Jumlah tersebut naik dari 11 titik pada laporan sehari sebelumnya.
Sebanyak 75 titik berkonfidensi sedang dan 1 titik berkonfidensi rendah, sedangkan hotspot berkonfidensi tinggi tidak tercatat.
Kotawaringin Timur mencatat hotspot terbanyak dengan 34 titik, atau sekitar 45 persen dari total.
Berikutnya Seruyan (21 titik), Kotawaringin Barat (17), Katingan (3), dan Murung Raya (1). Kabupaten/kota lainnya tidak mencatat hotspot pada hari itu.
Dalam periode yang sama, laporan mencatat 28 kejadian karhutla dengan luas terbakar 43,93 hektare. Jumlah kejadian turun dari 43 pada 27 Oktober, sedangkan luas terbakar naik dari 37,94 hektare.
Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 11 kejadian seluas 14,27 hektare, atau sekitar 39 persen dari seluruh kejadian harian.
Barito Timur mencatat 4 kejadian seluas 9,2 hektare dan Gunung Mas 2 kejadian seluas 8,5 hektare.
Kejadian di wilayah lain meliputi Lamandau 3 kejadian (7,06 hektare), Kapuas 2 kejadian (2,5 hektare), Sukamara 3 kejadian (1,4 hektare), dan Kotawaringin Barat 1 kejadian (1 hektare).
Pulang Pisau melaporkan 2 kejadian dengan luas terbakar 0,00 hektare dalam infografis.
Barito Selatan, Barito Utara, Katingan, Kota Palangka Raya, Murung Raya, dan Seruyan tidak melaporkan kejadian karhutla hari itu. Katingan, Murung Raya, dan Seruyan tetap mencatat hotspot.
Di lapangan, regu-regu Posko PDB melakukan 37 penanganan, seluruhnya berupa titik penanganan lanjutan tanpa titik baru. Luas lahan yang dipadamkan tercatat 7,58 hektare, naik dari 1,25 hektare dengan 39 penanganan pada laporan sebelumnya.
Luasan terbesar dicatat Posko PDB TSAK Kel. Kalampangan (4,00 hektare), Regu 3 Damkar BPBPK (1,80 hektare), dan Posko PDB TSAK Kereng Bangkirai (1,00 hektare).
Laporan mencatat 16.478 personel gabungan terlibat dalam penanganan karhutla. Dari 28 titik CCTV pemantau, 11 titik dapat dipantau dan 17 titik kehilangan sinyal (lost signal).
Hotspot merupakan indikasi titik panas dari satelit, sehingga jumlahnya tidak selalu sama dengan jumlah kebakaran di lapangan.(HERMAWAN DP/R)









