BORNEONEWS, Palangka Raya - Akumulasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dari 1 Januari hingga 27 Oktober 2026 mencapai 7.178 kejadian dengan luas terbakar 20.655,36 hektare.

Total hotspot dalam periode itu tercatat 371.616 titik. Luas tersebut dihitung berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota ke Pusdalops PB Provinsi Kalteng.

Dibandingkan laporan 25 Oktober, angka akumulasi bertambah 108 kejadian, 270,10 hektare, dan 439 hotspot dari posisi 7.070 kejadian, 20.385,26 hektare, dan 371.177 titik. Laporan 26 Oktober tidak tersedia, sehingga selisih ini mencakup dua hari.

Data bulanan menunjukkan lonjakan sejak Juli, dengan puncak pada September (151.027 hotspot, 2.423 kejadian, 7.535,28 hektare) setelah Agustus mencatat 71.350 hotspot, 1.928 kejadian, dan 6.865,39 hektare. Oktober hingga tanggal 27 sudah mencatat 143.906 hotspot, 1.882 kejadian, dan 4.376,47 hektare. Selisih hotspot Oktober dengan total September tinggal 7.121 titik.

Dihitung dari data itu, rata-rata hotspot per hari pada Oktober sekitar 5.330 titik, dibandingkan sekitar 5.034 titik per hari pada September. Hotspot Oktober di empat wilayah sudah melampaui total September: Kapuas (24.235 titik dari 16.967), Seruyan (23.934 dari 16.804), Katingan (18.338 dari 11.564), dan Kotawaringin Barat (17.466 dari 14.329).

Berdasarkan luas terbakar, Kotawaringin Timur teratas dengan 3.461,14 hektare, disusul Pulang Pisau (3.155,97), Kotawaringin Barat (2.645,47), Kapuas (2.271,51), dan Seruyan (2.131,98). Luas terbakar Katingan tercatat naik dari 495,09 hektare pada laporan 25 Oktober menjadi 635,09 hektare, atau bertambah 140 hektare.

Untuk hotspot akumulatif, Pulang Pisau teratas dengan 70.228 titik, diikuti Kapuas (55.924) dan Kotawaringin Timur (53.570). Kejadian terbanyak tercatat di Kotawaringin Timur (1.376), lalu Kota Palangka Raya (983), Barito Timur (732), dan Seruyan (724).

Karhutla mendominasi bencana di Kalteng. Dari 7.428 kejadian bencana pada 1 Januari–27 Oktober 2026, sebanyak 7.178 kejadian atau sekitar 96,6 persen adalah karhutla. Sisanya 138 kebakaran permukiman, 50 cuaca ekstrem, 47 banjir, 9 kekeringan, 3 abrasi, dan 3 tanah longsor. Menurut jumlah seluruh kejadian bencana, Kotawaringin Timur teratas (1.402), disusul Kota Palangka Raya (1.049), Barito Timur (733), Seruyan (723), dan Kapuas (688).

Sejumlah status darurat diperbarui. Status tanggap darurat karhutla di Kota Palangka Raya kini berlaku 9 Oktober–7 November 2026 dan di Kotawaringin Barat 16 Oktober–14 November 2026. Status tanggap darurat provinsi berlaku 30 September–29 Oktober, Seruyan 16 September–31 Oktober, Pulang Pisau 15 September–13 November, dan Sukamara 15–28 Oktober. Laporan juga mencatat status siaga darurat karhutla di Lamandau pada 4 Agustus–1 November 2026.

Di sisi penegakan hukum, Polda Kalteng dan jajaran mencatat 83 laporan informasi, 55 laporan polisi, dan 49 tersangka. Laporan polisi itu terdiri atas 43 perorangan dan 12 korporasi, dan seluruh laporan korporasi ditangani Ditreskrimsus. Polres Kotawaringin Timur mencatat angka terbesar dengan 18 laporan informasi dan 13 tersangka. (HERMAWAN DP/H)