BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, Jubair Arifin mengatakan Desa Keraya yang ada di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kobar rawan abrasi akibat diterpa ombak. Maklum desa tersebut berada di pesisir pantai.
Ketika reses di desa itu, Jubair menyebut masyarakat disana meminta kepada pemerintah supaya dapat dibangun pengaman pantai agar abrasi bisa diminimalisir, sehingga rumah-rumah warga yang berada di pesisir pantai aman dari bencana tersebut.
"Di wilayah RT 01 sudah ada 7 rumah yang roboh akibat abrasi itu, dan warga yang terdampak pun sudah direlokasi ke wilayah atas desa. Melihat kondisi ini makanya masyarakat meminta dibangun pengaman pantai," ucapnya, Jumat, 1 September 2023.
Menurut Jubair, permasalahan abrasi ini sudah lama terjadi dan ketika reses sebelumnya juga masyarakat menyampaikan aspirasi yang sama. Sehingga, hal ini sangat perlu menjadi perhatian pemerintah baik Kabupaten Kobar maupun Provinsi Kalteng.
Mengingat pembangunan pengaman pantai ini cukup panjang yakni sekitar 500 sampai 700 meter khususnya untuk titik rawan dan jika dihitung secara keseluruhan bahkan mencapai kiloan meter maka memerlukan anggaran yang banyak sampai pengaman pantai itu terealisasi.
Maka dari itu Jubair menyarankan Pemkab Kobar maupun Pemprov Kalteng supaya dapat berkoordinasi dengan pemerintah pusat yakni meminta bantuan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), sebab jika mengandalkan APBD hal itu akan sulit direalisasi.
"Karena ini sangat penting untuk masyarakat disana, keamanan mereka yang utama perlu diperhatikan. Jadi kita mendorong pemda supaya melakukan upaya agar pengaman pantai itu bisa dibangun secara keseluruhan sehingga abrasi tidak terjadi lagi," imbuhnya. (DONNY D/R)
Desa Keraya Rawan Abrasi, Masyarakat Minta Dibangun Pengaman Pantai
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Di Hadapan Polisi, Dua Remaja Perempuan Yang Berkelahi di Pantai Kubu Sepakat Berdamai
SAR Gabungan Sisir Pantai Sanggar Cari Wisatawan Hilang Terseret Ombak
Gempa di Pantai Selatan Cianjur Dipicu Aktivitas Subduksi Lempeng
MUI Tegaskan RS Indonesia di Gaza Dibangun untuk Kemanusiaan
Sempat Tertunda, Pabrik Es Batu di Kotim Akan Dibangun 2024
Masyarakat Desa Bahitom Harapkan Layanan Perbankan
Komentar (0)
Memuat komentar…







