**Borneonews - Mamuju**, Masyarakat di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, sedang mengembangkan budidaya udang vaname di lahan seluas 1.800 hektare yang terletak di Desa Bonda, Kecamatan Papalang. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat.
Penjabat Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, menyampaikan bahwa inisiatif budidaya ini melibatkan sekitar 30 kelompok petani dengan total anggota mencapai 826 kepala keluarga (KK). Aktivitas ini dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES), yang memberikan struktur organisasi yang kuat bagi para pembudidaya.
Dalam pandangannya, pengembangan tambak udang vaname di Desa Bonda dapat menjadi model yang inspiratif bagi desa-desa lain di Kabupaten Mamuju. Hal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan warga Desa Bonda, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat di daerah lain yang ingin mengadopsi praktik serupa.
Gubernur menggambarkan bahwa Pemerintah Desa Bonda telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam menciptakan pendapatan bagi penduduknya dan membuka peluang usaha. Ia memberikan apresiasi kepada kepala desa dan seluruh perangkatnya, yang telah berupaya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bahtiar berharap agar Pemerintah Desa Bonda bisa memanfaatkan dana kredit usaha rakyat (*KUR*) untuk mengembangkan sektor-sektor lain, di luar udang vaname. Hal ini mencakup kemungkinan pengembangan usaha di bidang peternakan, perkebunan, dan pertanian, yang pada gilirannya diharapkan dapat lebih memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Bonda, Abdul Wahab, mengungkapkan harapannya agar pemerintah dapat terus memberikan dukungan serta bantuan yang diperlukan. Dukungan tersebut sangat penting agar budidaya udang vaname di Desa Bonda dapat dimaksimalkan, sehingga perekonomian masyarakat dapat terus meningkat.
ANTARA
Masyarakat Mamuju Kembangkan Budidaya Udang Vaname Seluas 1.800 Hektare
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kembangkan Pertanian, Palangka Raya Terima Program Cetak Sawah 10.686 Hektare
KKP Sebut Tarif Antidumping Udang ke AS Turun Jadi 3,9 Persen
Cuaca Ekstrem Bikin Harga Udang di Pasar Samuda Melonjak, Nelayan Tak Berani Melaut
Diskan Seruyan Gelar Pelatihan Kualitas Air untuk Budidaya Ikan
Selama 10 Bulan BPBD Palangka Raya Catat 71,11 Hektare Lahan Terbakar
Mentan Paparkan Konsep Swasembada di Retreat Kabinet Merah Putih, Ekstensifikasi Lahan di Kalteng 500 Ribu Hektare
Komentar (0)
Memuat komentar…







