**Borneonews - Washington**, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengungkapkan pada Rabu (25/9) bahwa industri pertahanan Ukraina telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam setahun terakhir. Ia menyatakan bahwa industri militer Ukraina kini telah enam kali lebih besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dalam pidatonya yang berlangsung pada saat upacara penandatanganan inisiatif multilateral baru untuk memberikan dukungan kepada Ukraina, Biden menyampaikan bahwa perkembangan tersebut adalah hasil dari kondisi yang diciptakan oleh situasi perang yang sedang berlangsung. Ia menekankan bahwa industri pertahanan Ukraina yang "ditempa dalam api peperangan" menunjukkan peningkatan yang luar biasa.
Sejak awal konflik yang dimulai pada tahun 2022, Amerika Serikat telah memberikan hampir 55 paket bantuan militer untuk Ukraina, yang mencakup total nilai lebih dari 55 miliar dolar AS (sekitar Rp837 triliun). Jika dihitung secara keseluruhan, total bantuan yang telah diberikan sejak konflik dimulai telah melampaui angka 175 miliar dolar AS (sekitar Rp2,6 kuadriliun).
Di sisi lain, dalam pernyataannya pada Rabu pagi, Menteri Pertahanan Ukraina, Rustem Umerov, mengungkapkan bahwa lebih dari 80 persen dari kebutuhan militer Ukraina saat ini bergantung pada pasokan senjata yang diberikan oleh negara-negara Barat.
Perlu dicatat bahwa Rusia telah meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari 2022. Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan bahwa tujuan dari operasi tersebut adalah untuk "melindungi orang-orang yang mengalami genosida oleh rezim Kiev selama delapan tahun." Ia juga menambahkan bahwa penting untuk menyingkirkan kekuatan militer Ukraina dan elemen-elemen yang terkait dengan ideologi Nazi untuk mencapai tujuan tersebut.
ANTARA
Industri Pertahanan Ukraina Meloncat Enam Kali Lipat dalam Setahun
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Jumlah Jurnalis Terbunuh di Gaza Lebih dari 2 Kali Lipat Rerata Global
Peta Jalan dan Rencana Induk Industri Pertahanan 2025-2045
KKIP Laporkan Evaluasi Program Prioritas Industri Pertahanan
Lebanon Kecam Serangan Teroris di Fasilitas Industri Pertahanan Turki
Gunung Semeru erupsi enam kali pada Sabtu
ESDM Pastikan Proses Izin Sektor Migas-Minerba Tak Lebih dari Setahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







