**Borneonews - Jakarta**, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa, atau lebih dikenal dengan singkatan *Food and Agriculture Organization* (FAO), telah mengalokasikan dana internal untuk mendukung proyek Regenerasi Petani di Indonesia. Jumlah pendanaan ini diperkirakan antara Rp7,5 miliar hingga Rp8 miliar.
Penjelasan mengenai dana tersebut disampaikan oleh Asisten FAO Representative Program di Indonesia, Ageng Herianto, saat konferensi pers yang diadakan pada hari Rabu di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta. Menurutnya, maksimal dana yang dapat disediakan oleh FAO sebagai bentuk dukungan finansial mencapai Rp7,5 miliar hingga Rp8 miliar untuk setiap proyek.
Ageng menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari inisiatif kerjasama teknis yang sangat krusial bagi negara-negara anggota FAO. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas pelatihan bagi tiga angkatan petani baru. Proyek ini direncanakan berlangsung selama dua tahun, mulai dari 1 Januari 2024 hingga Desember 2025. FAO berkolaborasi dengan KSP untuk menyebarluaskan hasil proyek ini melalui platform media sosial dan saluran media massa. Dengan cara ini, diharapkan akan lahir "juara-juara" baru yang dapat menginspirasi generasi muda.
Ageng menambahkan bahwa pelatihan akan difokuskan kepada 100 peserta dari setiap angkatan. Peserta yang ditargetkan berasal dari wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung. Prioritas akan diberikan kepada anggota pramuka yang telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau perguruan tinggi seperti Politeknik Pembangunan Pertanian.
"Kriteria ini kami tetapkan agar peserta tidak terbebani dengan tanggung jawab sekolah mereka. Mereka harus dapat fokus, dan tentunya mereka adalah individu yang siap untuk bekerja. Itulah esensi dari program ini," katanya. Melalui program ini, diharapkan akan terbentuk generasi petani yang tidak hanya terampil, tetapi juga siap menghadapi tantangan di sektor pertanian.
ANTARA
FAO alokasikan dana Rp7,5 miliar untuk regenerasi petani di Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
APBD Kalteng 2025 Alokasikan Rp200,5 Miliar untuk Infrastruktur di Kotim
Bank Dunia Umumkan Total Penambahan Dana IDA 100 Miliar Dolar AS
Pemprov Kalteng Alokasikan 20,59 Persen APBD untuk Pendidikan
Kalteng Alokasikan Anggaran Pendidikan 20,59 Persen untuk SDM Unggul
Pemkab Kotawaringin Timur Alokasikan Rp280 Juta Benahi Prasarana Pasar
Pangdam XXII Tambun Bungai Beri Motivasi Peserta Didik Sekolah Rakyat Palangka Raya
Komentar (0)
Memuat komentar…







