**Borneonews - Aceh Tenggara**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, telah mengambil langkah cepat untuk menanggulangi dampak bencana yang terjadi akibat jebolnya beberapa tanggul. Mereka mengerahkan satu unit alat berat jenis *ekskavator* untuk menutup tanggul yang rusak akibat luapan debit air dari Sungai Lawe Kinga, Sungai Lawe Alas, dan Sungai Lawe Mamas.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, bencana banjir yang terjadi mengakibatkan kerusakan yang signifikan pada lahan pertanian, fasilitas umum, dan permukiman penduduk yang berada di sekitar wilayah terdampak. Ia menegaskan bahwa perbaikan tanggul yang jebol masih berlangsung, sementara ketinggian air di lokasi mencapai satu meter dan air belum menunjukkan tanda-tanda untuk surut.
Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara sejak malam hari tanggal 10 Oktober telah menyebabkan peningkatan debit air sungai secara drastis. Peristiwa ini berujung pada jebolnya beberapa tanggul, yang memicu terjadinya banjir.
Berdasarkan informasi yang diperoleh BNPB, ada delapan kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tenggara. Kecamatan Bambel merupakan salah satu kawasan yang paling parah dilanda bencana tersebut, yang berimbas pada beberapa desa seperti Desa Ampera, Lawe Hijo, Lawe Hijo Meutuah, Kuning I, Pedesi, Kuning II, dan Desa Trt. Seperai.
Kecamatan Lawe Sumur juga mengalami dampak yang cukup signifikan, membawanya menjadi sorotan karena mencakup empat desa, yaitu Setia Baru, Kuta Lesung, Buah Pala, dan Trt. Megara Lawe Pasaran Dusun Nasi. Selanjutnya, Kecamatan Ketambe dan Darul Hasanah juga melaporkan situasi serupa, di mana Desa Ketambe dan Desa Tanjung Lama masing-masing terkena dampak banjir.
Selain Kecamatan-kecamatan yang telah disebutkan, beberapa daerah lain seperti Kecamatan Babul Rahmah, Lawe Bulan, Tanah Alas, dan Babussalam juga melaporkan kerusakan akibat bencana banjir. Beberapa desa di kecamatan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.
Dalam hal ini, informasi mengenai jumlah korban jiwa masih dalam proses pendataan. Kerugian material yang diakibatkan oleh bencana ini meliputi empat tanggul yang jebol, satu jalan desa yang terpengaruh, satu jembatan gantung yang rusak, serta kerusakan pada lahan perkebunan, pertanian, dan perikanan milik warga. Upaya penanggulangan dan pemulihan untuk membantu masyarakat yang terdampak akan terus berlangsung.
ANTARA
Banjir Landa Aceh Tenggara, BPBD Kerahkan Ekskavator Atasi Tanggul Jebol
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Upaya DKI Jakarta Atasi Banjir dengan Fokus di Wilayah Selatan
Kolaborasi Indonesia-Australia Atasi Banjir Rob dengan AI
Bendungan Lausimeme Akan Sediakan Air Baku dan Atasi Banjir
TRC BPBD Palangka Raya Patroli dan Pantau TPS di Kawasan Rawan Banjir
Banjir Palangka Raya, BPBD Pantau Sejumlah Titik Rawan
BPBD Kotim Ingatkan Waspada Banjir di Wilayah Utara pada Natal dan Tahun Baru
Komentar (0)
Memuat komentar…







