**Borneonews - Padang**, Sekretaris Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat, Aidinil Zetra, mengungkapkan bahwa Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) memegang peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kecerdasan masyarakat, terutama di tengah tantangan era yang dikenal dengan istilah *post truth* atau pascakebenaran. Menurutnya, kita kini hidup dalam sebuah zaman di mana batas antara kebenaran dan ketidakbenaran menjadi semakin kabur.
"Dalam konteks ini, kebenaran sering kali bukanlah hal yang diutamakan saat seseorang berhadapan dengan sebuah informasi. Sebaliknya, aspek emosional sering kali mendominasi reaksi mereka, yang pada akhirnya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap cara informasi diterima oleh publik," jelas Aidinil saat memberikan kuliah umum yang bertajuk Penguatan kompetensi humas perguruan tinggi dengan optimalisasi kecerdasan buatan. Acara ini diselenggarakan di Universitas Andalas, yang merupakan salah satu kampus tertua di luar Pulau Jawa.
Beliau juga menyoroti bahwa berita bohong dan informasi keliru semakin sering muncul di masyarakat. Ironisnya, banyak individu yang tanpa disadari turut menyebarkan informasi-informasi tersebut. "Situasi ini berkontribusi pada penurunan kemampuan kita untuk hidup dalam keragaman yang ada di masyarakat," tambahnya.
Mengrecognize tantangan tersebut, Aidinil menyatakan dukungannya terhadap upaya Perhumas yang secara konsisten berinovasi dan meningkatkan kapasitas tenaga humas di Indonesia. "Perhumas memiliki peran krusial dalam mengatasi berbagai risiko yang berpotensi muncul dari komunikasi yang tidak tepat di masyarakat," pungkasnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Perhumas, Boy Kelana Soebroto, menekankan betapa pentingnya menjaga komunikasi di setiap institusi, termasuk perguruan tinggi. Dia menjelaskan bahwa komunikasi merupakan jembatan penting untuk menyampaikan beragam informasi kepada publik dengan baik.
Sebagai salah satu organisasi profesi tertua di Indonesia, Perhumas berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan kapasitas para profesional humas di seluruh tanah air. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah melalui program sertifikasi profesi. Boy menyatakan keyakinannya bahwa dengan membekali setiap profesi humas di Indonesia, maka akan ada peluang lebih besar untuk mencegah penyebaran informasi keliru dan berita bohong melalui penyajian informasi yang lebih akurat.
ANTARA
Perhumas Perkuat Komunikasi Publik di Era Post Truth melalui Humas
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Indonesia-Singapura Perkuat Kerja Sama untuk Pelayanan Publik Inklusif
Anggota DPRD Barito Utara Apresiasi Peringatan HAB ke 79, Momentum Perkuat Toleransi dan Pelayanan Publik
Polda Kalteng Gelar Donor Darah Serentak Rayakan HUT ke-73 Humas Polri
Polres Kapuas Gelar Donor Darah Peringati Hari Jadi ke-73 Humas Polri
Kadiskominfosantik Kalteng Buka Pelatihan Penulisan Berita Humas OPD
Workshop Dasar Jurnalistik PWI Kobar Diikuti Pelajar dan Humas Berbagai Instansi
Komentar (0)
Memuat komentar…







