**Borneonews - Ngawi**, Minat masyarakat di Kabupaten Ngawi untuk menjadi pekerja migran tetap menunjukkan tren yang tinggi. Hal ini terutama disebabkan oleh daya tarik penghasilan yang signifikan yang bisa diperoleh dari bekerja di luar negeri.
Kepala Bidang Tenaga Kerja dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi, Supriyadi, mengungkapkan bahwa selama periode tahun 2024 hingga bulan September, sebanyak 896 warga dari Ngawi telah berangkat ke luar negeri untuk bekerja sebagai buruh migran. Sementara itu, pada tahun sebelumnya, yaitu 2023, tercatat 1.676 penduduk Kabupaten Ngawi yang memilih jalur ini.
Supriyadi juga menjelaskan bahwa terdapat berbagai negara tujuan bagi buruh migran asal Ngawi. Beberapa negara yang menjadi primadona antara lain Malaysia, Singapura, Taiwan, Hong Kong, serta sejumlah negara di Timur Tengah.
Sebagian besar calon pekerja migran berasal dari kalangan usia 20 hingga 30 tahun. Mereka terlibat dalam berbagai sektor pekerjaan, baik di sektor formal yang mencakup pabrik, rumah sakit, dan perhotelan, serta sektor non-formal seperti asisten rumah tangga.
Dalam satu tahun, rata-rata jumlah warga Ngawi yang berangkat menjadi buruh migran diperkirakan mencapai antara 1.300 hingga 1.600 orang. Penghasilan yang bisa mereka peroleh pun cukup bervariasi, berkisar antara Rp8 juta hingga Rp40 juta per bulan. Angka tersebut tentu menarik minat banyak warga, terutama jika dibandingkan dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Ngawi yang di tahun ini hanya mencapai Rp2,2 juta.
Supriyadi menambahkan bahwa saat ini banyak pekerja migran yang terlibat dalam sektor formal, termasuk di industri pabrik dan perkebunan. Terdapat juga sejumlah wilayah yang dikenal sebagai kantong tenaga kerja Indonesia (TKI), dengan Kecamatan Gerih, Kendal, Widodaren, dan Mantingan menjadi penyumbang terbesar para pekerja migran di daerah tersebut.
ANTARA
Minat Tinggi Warga Ngawi Jadi Pekerja Migran di Luar Negeri
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
KP2MI Rencanakan Koperasi PMI Guna Tingkatkan Ekonomi Pekerja Migran
Pemerintah Siapkan Pendanaan Rp20 Triliun untuk UMKM-pekerja Migran
Bupati Kotim Siapkan Anggaran Rp1 Miliar untuk Beasiswa 10 Santri ke Luar Negeri
Bupati Kotim Minta Bagian Kesra Siapkan Regulasi Program Beasiswa Santri ke Luar Negeri
Polri: Keberadaan Server Judol di Luar Negeri Jadi Kendala Penindakan
KPK Cegah Hasto Kristiyanto ke Luar negeri
Komentar (0)
Memuat komentar…







