BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak menjelang perayaan Idul Fitri dan Idul Adha, Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Barat (Distan Kobar) mengajukan bantuan vaksin PMK sebanyak 3.000 dosis kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.
Langkah ini merupakan strategi proaktif guna menjaga kesehatan ternak, terutama sapi dan kambing, yang menjadi kebutuhan utama pada dua momentum besar tersebut.
Kepala Distan Kobar melalui Pejabat Otoritas Veteriner (POV), G.M Sofyannoor, menyebutkan bahwa lonjakan pergerakan ternak selama musim perayaan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Hal ini untuk menjaga stabilitas sektor peternakan serta memastikan ketersediaan hewan kurban yang sehat.
"Sebagai daerah dengan populasi ternak yang cukup besar, kami harus mengambil langkah proaktif. Pengajuan 3.000 dosis vaksin PMK diharapkan dapat mencegah munculnya kasus baru, terutama saat permintaan ternak meningkat menjelang Idul Fitri dan Idul Adha," jelas Sofyan, Sabtu, 1 Februari 2025.
Vaksin yang diajukan tersebut rencananya akan digunakan untuk vaksinasi di sentra peternakan rakyat (SPR) di wilayah dengan populasi ternak terbesar, seperti Kecamatan Kumai, Pangkalan Banteng, dan Arut Selatan. Prioritas vaksinasi akan diberikan pada ternak sapi dan kambing yang sehat secara klinis.
--page
Ketua Asosiasi Pedagang dan Pemotong Ternak Sapi (ASPEPSI) Kobar, Anwar, menyambut baik langkah yang diambil Dinas Pertanian. Menurutnya, kesiapan menghadapi risiko PMK selama periode penting ini merupakan upaya untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus melindungi perekonomian peternakan daerah.
"Kami meminta semua pihak, mulai dari peternak, pedagang, hingga masyarakat umum, bekerja sama memastikan tidak ada penyebaran PMK di daerah kita. Ini untuk kebaikan bersama," ujar Anwar.
Para peternak juga mendukung penuh rencana vaksinasi ini. Ketua SPR Pangkalan Banteng, Satriyo Yoga, berharap agar vaksin segera tiba dan pelaksanaannya dapat berjalan lancar.
"Vaksin ini sangat kami butuhkan, apalagi menjelang Idul Fitri dan Idul Adha, saat permintaan hewan ternak meningkat," kata Satriyo.
Distan Kobar terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar distribusi vaksin dapat segera terealisasi. Selain itu, mereka juga mengimbau peternak untuk tetap menerapkan langkah-langkah biosekuriti guna mencegah penularan PMK di wilayahnya. (DANANG/Y)









