BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat tingkat inflasi tahunan (year-on-year) pada Maret 2025 sebesar 1,33 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang tercatat 1,07 persen.
Inflasi bulanan (month-to-month) di provinsi ini juga mengalami kenaikan sebesar 1,71 persen, melebihi rata-rata nasional sebesar 1,65 persen.
Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah Agnes Widiastuti menyebut beberapa komoditas menjadi penyumbang utama inflasi, di antaranya tarif listrik, cabai rawit, dan bawang merah.
"Sedangkan untuk month-to-month (m-t-m), Kalteng mengalami inflasi 1,71 persen, dan juga berada di atas rata-rata nasional, yaitu sebesar 1,65 persen," ujar Agnes di Palangka Raya, Selasa, 8 April 2025.
Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi termasuk emas perhiasan dan mie kering instan, sedangkan beberapa bahan pangan seperti daging ayam ras, bayam, dan ikan peda mengalami penurunan harga.
“Permintaan terhadap berbagai komoditas bahan makanan mengalami peningkatan terutama bumbu-bumbuan, seperti cabai rawit, bawang merah, cabai merah, dan bawang putih,” imbuhnya. (HERMAWAN DP/R)
Inflasi Kalteng Maret 2025 Tembus 1,33 Persen, Lebihi Rata-Rata Nasional
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
PBFI Kalteng Siap Tingkatkan Pembinaan Atlet untuk Tembus Kancah Nasional dan Internasional
Inflasi Kalteng Juni 2025 Capai 0,32 Persen, Bawang Merah dan Cabai Jadi Pemicu
Bupati Barito Timur Sambut Hangat Anggota Paskibraka Berprestasi, Satu Tembus Nasional
Disdik Kalteng Klaim Rerata Lama Sekolah di Kalteng Capai 8,81 Tahun, Harapan Sekolah Tembus 12,77 Tahun
Pemprov Kalteng Dukung Program Tanam Lombok Sebagai Solusi Inflasi dan Stunting
Pemprov Kalteng Ingatkan Peran Kolaboratif Atasi Inflasi dan Stunting
Komentar (0)
Memuat komentar…







