BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Yuliansah Andrias, melakukan panen selada hasil dari sistem greenhouse dan aquaponik di Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Hasan Lidda'wah, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren bukan hanya pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi dan pertanian berkelanjutan.

Melalui pemanfaatan lahan seluas lebih dari 6 hektar, Ponpes Mambaul Hasan berhasil mengembangkan budidaya pertanian modern berbasis teknologi ramah lingkungan. 

Panen kali ini menunjukkan keberhasilan penerapan sistem aquaponik yang terintegrasi antara budidaya tanaman dan perikanan, sekaligus sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi pesantren yang didukung oleh Bank Indonesia.

“Ini adalah bentuk nyata sinergi antara pesantren dan pembangunan ekonomi lokal. Kami di BI Kalteng sangat mendukung inisiatif seperti ini karena sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi umat,” ujar Yuliansah, Sabtu 31 Mei 2025.

Ia menambahkan, keberhasilan Ponpes Mambaul Hasan bisa menjadi inspirasi bagi pesantren lain di Kalteng. 

Dengan mengembangkan potensi lahan dan semangat kewirausahaan, pesantren dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertanian berkelanjutan sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi santri dan masyarakat sekitar.

Program ini juga mempertegas peran pesantren sebagai agen perubahan yang mampu mewujudkan masa depan hijau dan mandiri. 

BI Kalteng berkomitmen untuk terus mendukung pesantren-pesantren di daerah dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan produktif.

“Dari pesantren, lahir semangat untuk menghijaukan masa depan,” tutup Yuliansah. (MARINI/j)