BORNEONEWS, Palangka Raya – Perkembangan harga sejumlah komoditas pangan menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 di Aula Bajakah.
Pada minggu kedua Agustus, harga cabai rawit, cabai merah, dan bawang putih mengalami penurunan, sedangkan bawang merah meski turun masih belum kembali pada harga normal.
“Perlu kewaspadaan menyikapi temuan Kejaksaan Tinggi mengenai praktik oplosan beras. Hal ini menjadi perhatian serius agar terus memonitor kondisi di daerah,” tutur Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, baru baru ini.
Pemerintah juga menyoroti penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang masih jauh dari target. Bulog diminta segera menyampaikan kendala agar distribusi bisa dipercepat dengan tetap menjaga kualitas.
Saat ini penyaluran SPHP sudah dilakukan secara masif dan ke depan akan diperluas ke jaringan ritel modern seperti Alfamart, Indomaret, Hypermart, Lion Superindo, hingga Tip Top.
Selain itu, dibahas pula strategi stabilisasi harga minyak goreng Minyakita, jagung, dan bawang merah yang fluktuasinya berdampak pada sektor lain termasuk peternakan.
Badan Pangan Nasional menegaskan pentingnya langkah penguatan pengawasan, pencegahan spekulasi, serta perlindungan konsumen dalam menjaga stabilitas harga. (HERMAWAN DP/j)
Harga Pangan Berfluktuasi, Pemerintah Perkuat Strategi Stabilisasi
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
DPRD Palangka Raya Awasi Dinas Terkait untuk Kebijakan Stabilisasi Harga dan Kualitas Cabai Petani Lokal
Dinas Ketahanan Pangan Kalteng Perkuat Koordinasi Pemantauan Harga dan Stok Beras
UAE Belum Siap Kerahkan Pasukan Stabilisasi Gaza Akibat Ketidakjelasan
Kemenhut Perkuat Arah Pasar Karbon Melalui Strategi Terkoordinasi
Agus Candra Tegaskan Pemerintah Kalteng Awasi Ketat Distribusi dan Harga Beras
Polresta Palangka Raya Awasi Distribusi Beras Jaga Stabilitas Harga Pangan
Komentar (0)
Memuat komentar…







