BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Tengah mencatat, sejak 1 Januari hingga 7 September 2025 terdapat 1.793 titik hotspot. Dari jumlah tersebut, tercatat 485 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Luas lahan terbakar akibat karhutla mencapai 720,81 hektar. Meski demikian, berdasarkan laporan harian terakhir per 7 September 2025, hanya terpantau satu hotspot tanpa kejadian karhutla maupun groundcheck.
“Personil di lapangan kami dorong untuk tetap siaga. Hujan memang sering turun, bahkan banjir melanda beberapa daerah, tapi karhutla tidak boleh diabaikan,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBPK Kalteng, Alpius Patanan.
Untuk mengantisipasi, BPBD telah mengaktifkan 77 poslap karhutla di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Status siaga darurat juga ditetapkan melalui SK Gubernur Kalteng Nomor 188.44/288/2025 berlaku 29 Juli–20 Oktober 2025. Sejumlah kabupaten turut menetapkan status serupa, di antaranya Sukamara, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat.
BPBD memastikan koordinasi lintas daerah tetap berjalan untuk mengurangi risiko kebakaran meluas. (HERMAWAN DP/R)
BPBD Kalteng Catat 1.793 Hotspot, 485 Kejadian Karhutla Sejak Januari 2025
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kemendag: UMKM Catat Transaksi Rp2,23 Triliun pada Januari-November 2025
Penanaman Pohon Serentak Kalteng Berkesinambungan Sejak 25 November 2025
KONI Kobar Mulai Pemetaan Kekuatan Cabor Sejak Dini untuk Porprov Kalteng 2026
Pencari Emas yang Tenggelam di Sungai Mangkalapi Tanah Bumbu Ditemukan Meninggal, Jasad Terseret 7 Km dari Lokasi Kejadian
Mendag Targetkan Perjanjian Dagang RI-Tunisia Rampung Januari 2026
Pemerintah Targetkan Pengeluaran Masyarakat di Januari Rp116 Triliun
Komentar (0)
Memuat komentar…







