BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan menyusun Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 secara hati-hati.
Penyusunan ini mempertimbangkan tren pertumbuhan ekonomi, kondisi fiskal nasional, dan realisasi pendapatan daerah tahun-tahun sebelumnya.
Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Paripurna Ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Tengah.
Ia menjelaskan bahwa proyeksi pendapatan daerah pada Rancangan APBD Tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp7,105 triliun.
“(RAPBD) disusun secara hati-hati dengan mempertimbangkan tren pertumbuhan ekonomi, kondisi fiskal nasional, serta realisasi pendapatan daerah tahun-tahun sebelumnya,” sebut Leonard seperti dikutip Borneonews pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah terus berkomitmen menjaga keberlanjutan program prioritas daerah, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur dasar.
Pemerintah berharap pembahasan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat berjalan lancar, transparan, dan memberi manfaat bagi masyarakat menuju Kalimantan Tengah yang Berkah, Maju, dan Sejahtera. (HERMAWAN DP/y)
Penyusunan Rancangan APBD Kalteng 2026 Pertimbangkan Tren Pertumbuhan Ekonomi
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi Kotim 2025 Capai 6,07 Persen
Wamendag: Perdagangan Kontrak REC Pacu Pertumbuhan Ekonomi Hijau
Menpora Ingin Industri Olahraga Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
Ketua DPR: APBN 2026 Harus Buat Pertumbuhan Ekonomi Lebih Berkualitas
KPK Pertimbangkan Perpanjang Pencekalan 13 Orang di Kasus EDC Bank
Majelis Hakim akan Pertimbangkan Asas Lex Favor Reo pada Vonis Nadiem
Komentar (0)
Memuat komentar…







