BORNEONEWS, Palangka Raya – Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, menegaskan bahwa Lomba Karya Tulis Cerita Daerah dan Bercerita Tingkat SMA/SMK/MA se-Kalteng 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana menjaga warisan budaya daerah.
Menurut Thisia, lomba tersebut merupakan ruang berekspresi bagi generasi muda dalam mengangkat nilai-nilai leluhur dan tradisi masyarakat Kalteng. Ia menilai tulisan dan cerita memiliki peran penting dalam mewariskan budaya secara turun-temurun.
“Kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi ruang berekspresi, ruang kreativitas, dan ruang untuk meneguhkan identitas budaya kita,” tuturnya seperti dikutip Borneonews pada Selasa, 18 November 2025.
Thisia berharap kegiatan ini dapat berlangsung berkelanjutan sehingga semakin banyak generasi muda yang terdorong untuk berkarya dan memperkenalkan budaya Kalteng ke tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga menilai bahwa karya peserta tidak hanya mencerminkan kemampuan literasi, tetapi juga menunjukkan kekayaan cerita dan legenda yang menjadi identitas masyarakat Kalteng. Menurutnya, generasi muda berperan besar dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai tersebut.
Thisia menegaskan bahwa melalui lomba ini, budaya Kalteng dapat diwariskan dan diperkenalkan secara lebih luas kepada generasi selanjutnya. (HERMAWAN DP/H)
Bunda Literasi Kalteng Sebut Lomba Cerita Daerah Jadi Ruang Pelestarian Budaya
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Upaya Pelestarian Bahasa Daerah Dapat Penguatan Melalui Kunjungan Disdik Barito Utara
Antisipasi Penyakit Menular, Seluruh RS di Kalteng Telah Siap dengan Ruang Isolasi
LDII Kalteng Sambut Baik SPMS 2026, Perkuat Literasi Investasi Halal
Gubernur Agustiar: Ekonomi Kreatif Kalteng Berbasis Seni, Budaya, dan Kearifan Lokal
Pemeriksaan BPK Dinilai Strategis Dorong Tata Kelola Daerah dan BUMD Kalteng Lebih Akuntabel
Pemprov Kalteng Doakan Kebaikan Daerah dan Nasional di Nisfu Syaban
Komentar (0)
Memuat komentar…







