BORNEONEWS, Sampit - Seorang pria bernama Sahlan (51), warga Desa Hanaut, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) nyaris tewas diterkam buaya.
Peristiwa itu terjadi ketika dirinya hendak mencuci tangan di lanting tepi Sungai Mentaya, setelah mengangkut buah kelapa dari perahu ke daratan, pada Senin (26/12/2016) sekitar pukul 20.00 WIB.
"Ya ada satu korban digigit buaya. Beruntung nyawanya selamat. Hanya saja jari tengah sebelah kanan tangannya putus," ujar Kapolsek Hanaut Ipda Subarwi, Selasa (27/12/2016).
Sahlan tak menyadari jika ada buaya di sekitarnya yang siap menerkam. Setelah menyadari adanya serangan dari predator sungai itu, ia pun bergegas melarikan diri, lebih jauh dari tepi sungai.
"Saat ini korban sudah dibawa pulang kerumah, dan keadaanya juga sudah membaik," ungkap Subarwi.
Ia meminta kepada masyarakat di pinggiran Sungai Mentaya, agar selalu berhati-hati saat beraktivitas, lebih-lebih saat berada di tepi sungai. (MUHAMMAD HAMIM/B-10)
Jari Tengah Sahlan Putus Disambar Buaya Sungai Mentaya
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Menhub Beri Lampu Hijau soal Pengerukan Sungai Mentaya
Kedangkalan Sungai Mentaya Bisa Sebabkan Keterlambatan Kapal Selama 12 hingga 15 Jam
Dua Tahanan Kabur ini Sempat Seberangi Sungai untuk Cari Makan
Warga Pinggiran Sungai Diingatkan Waspada Pencurian
Camat Seranau Minta Feri Penyeberangan Ditambah
Penyebab Kemunculan Buaya (2): Karena Kebiasaan Warga Membuang Bangkai Hewan atau Ikan di Sungai
Komentar (0)
Memuat komentar…

