BORNEONEWS, Moskow - Uni Eropa (UE) hampir 100 persen bergantung terhadap China untuk 17 bahan baku utama, kata Wakil Presiden Eksekutif Komisi Uni Eropa untuk Kemakmuran dan Strategi Industri, Stephane Sejourne, Jumat 10 April 2026.
"Terdapat 17 bahan baku utama, dan ketergantungan terhadap China untuk bahan-bahan tersebut praktis mencapai 100 persen," kata Sejourne di European Pulse Forum di Madrid.
Situasi tersebut membahayakan keamanan ekonomi Uni Eropa, terutama ketika beralih ke ekonomi yang lebih terdigitalisasi, imbuhnya.
Pada saat yang sama, Uni Eropa berupaya mengurangi ketergantungan terhadap negara mana pun hingga di bawah 60 persen dengan mengembangkan pertambangan dan pengolahan bahan mentah di dalam Eropa, serta mendiversifikasi pasokan melalui kerja sama dengan mitra lain, kata Sejourne.
China, negara itu "menurunkan harga, terkadang cukup agresif" untuk membuat investasi Eropa tidak menguntungkan dan menghambat implementasi pengurangan ketergantungan, kata wakil presiden itu.
Oleh karena itu, Uni Eropa tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk mengembangkan kerja sama dengan negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan, kata Sejourne.
Pejabat itu menambahkan bahwa blok tersebut menekankan implementasi strategi tersebut dalam 12 bulan ke depan dengan mengalokasikan sekitar 3 miliar euro (sekitar Rp60 triliun).
Sumber: Sputnik/RIA Novosti/ANTARA
UE Hampir 100 Persen Bergantung pada China untuk 17 Bahan Baku Utama
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hampir 60 Ribu Warga Palangka Raya Bergantung pada Sektor Informal
Biaya Perumahan di Kalteng Naik 2,18 Persen, Bahan Bakar Rumah Tangga Jadi Penyumbang Utama Inflasi
Mendag Pastikan Impor Bahan Baku Plastik Masuk Pertengahan Mei
Pemerintah Nolkan Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik untuk Tekan Biaya Industri
Pengembangan Benang Bintik, DPRD Dorong SDM dan Bahan Baku Diperkuat
Realisasi Bantuan Pangan di Kalteng Hampir 70 Persen, Bulog Salurkan 2.800 Ton Beras
Komentar (0)
Memuat komentar…







