BORNEONEWS, Sampit - Proyek pembangunan intake pengolahan air baku dengan dana sebesar Rp155 miliar di Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim dilaksanakan tahun ini.
"Pengerjaannya sudah mulai berjalan. Total anggaran sebesar Rp155 miliar ini bantuan dari pemerintah pusat," kata Direktur PDAM Dharma Tirta Sampit, Firdaus Herman Ranggan, Sabtu (15/4/2017).
Menurut Firdaus jika itu selesai akan menambah daya distribusi PDAM kepada konsumen, karena kemampuan penyalurannya sebesar 600 liter per detik. Sementara yang ada sekarang yakni di Kelurahan Baamang Tengah, hanya 200 liter per detik.
"Harapannya dengan pengolahan air baku ini, semua masyarakat bisa terakses," kata Firdaus.
Bahkan jika selesai nanti dipastikan kantor PDAM bakal dipusatkan di sana. Mengingat selain pengolahan air baku di sana juga sekaligus dibangun kantor pelayanan.
Terlebih jika musim kemarau panjang di pastikan di sana kondisi air tidak berpengaruh karena sudah melalui penelitian dari tim pusat. Beda dengan yang ada sekarang ini, jika terjadi kemarau panjang, air rawan asin karena letaknya tidak jauh dari laut.
Kegiatan ini tentu menurut Firdaus sejalan dengan keinginan pemerintah daerah untuk menjadikan Kotim sebagai daerah wisata, karena ketersediaan air bersih sangat mendukung kegiatan pelayanan perhotelan dan lainnya. (NACO/B-11)
Proyek Pembangunan Pengolahan Air Baku PDAM Gunakan Anggaran Rp155 Miliar
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Daftar Tunggu di PDAM Kotim Capai 12 Ribu Pemasangan
PDAM Dharma Tirta Sampit Temukan Pencurian Air
Pencucian WTP Pengaruhi Kualitas Air PDAM, Masyarakat Diminta Bersabar
Distribusi PDAM Palangka Raya akan Mati Total Minggu Malam
Pipa Induk Pecah, Pasokan Air PDAM Pangkalan Bun Terhenti
Petugas PDAM Palangka Raya Pernah Diteriki Maling saat Laksanakan Tugas
Komentar (0)
Memuat komentar…

