BORNEONEWS, Kuala Kurun - Kejaksaan Negeri Gunung Mas (Gumas) telah menetapkan seorang perempuan atas nama Berthin Perlina (39) masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) atau sebagai buronan. Berthin merupakan tersangka kasus korupsi yang tidak pernah hadir saat diperiksa sebagai tersangka.
Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Pidana Kusus (Pidsus) Tarung mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Gunung Mas, Koswara, kepada Borneonews di ruang kerjanya, Jumat (28/4/2017). Tarung menyampaikan, Berthin Perlina ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan dana bergulir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP-d) di Kecamatan Tewah. Mengingat tersangka Berthin merupakan Bendahara PNPM-MP-d pada Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Tewah, periode 2010 sampai 2014.
"Modusnya dengan cara angsuran anggota kelompok tani yang diterima oleh Berthin selaku bendahara, tidak disetor ke rekening UPK pada Bank Pembangunan Kalteng. Berdasarkan perhitungan BPKP, negara dirugikan sebesar Rp688.977.000," ungkap Tarung.
Menurut Tarung, Berthin harus diperiksa sebagai tersangka, 15 Maret 2017 lalu. Namun tersangka tidak hadir, bahkan sudah tiga kali disampaikan surat panggilan, tersangka pun tidak hadir. Saat ini keberadaan tersangka tidak diketahui, sehingga masuk DPO oleh Kejari Gunung Mas. (EPRA SENTOSA/B-8)
Ini Perempuan Yang Menjadi DPO Kasus Korupsi Oleh Kejaksaan Negeri Gunung Mas
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rabu Nanti, Putusan Kasus Korupsi Mantan Rektor UPR Dibacakan
Kasus PNS Sabu di Limpahkan ke Kejaksaan Negeri Barito Utara
Kejaksaan Langsung Setorkan Uang Ardianur ke Kas Negara
Dugaan Korupsi Tumbang Maya, Pejabat DPMDes Diperiksa Jaksa
JPU Susun Tuntutan untuk Terdakwa Korupsi Dishub Kotim
Terdakwa Korupsi Dishub Kotim Berencana Kembalikan Kerugian Negara
Komentar (0)
Memuat komentar…

