BORNEONEWS, Puruk Cahu - Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Murung Raya (Mura) sempai sekarang masih belum maksimal, buktinya meski musim penghujan dan sering turun hujan di Kota Puruk Cahu maupun sekitarnya tetap saja ada warga yang mengalami krisis air.
Kondisi ini seperti yang terjadi di Jalan Margo Rukun, Kota Puruk Cahu sudah lama air PDAM hanya mengalir di atas pukul 21 dan berhenti menjelang subuh.
"Tapi kemarin air PDAM 24 tidak mengalir dan sampai sekarang masih seperti itu. Akibatnya bak penampungan di kamar mandi tidak terisi air," ungkap Fitri warga Jalan Margo Rukun saat dikonfirmasi Borneonews, Selasa (2/5/2017).
Menurut Fitri yang juga merupakan ibu rumah tangga ini lagi bila sampai malam ini air PDAM tidak juga mengalir terpaksa untuk besok harus turun ke Sungai Barito sekedar mandi maupun mencuci pakaian.
Sementara seperti diketahui hampir seluruh masyarakat Kota Puruk Cahu, pelayanan PDAM akan terhenti saat memasuki musim kemarau karena turunnya debit Sungai Soko yang menjadi bahan baku PDAM.
Namun sesuatu yang jauh lebih ironis lagi saat seringnya hujan turun seperti sekarang masih banyak rumah warga yang tidak bisa dialiri air PDAM, misalnya di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Musak Jaya maupun jalan lain di Kota Puruk Cahu.(SUPRIADI/B-8)
Sering Turun Hujan, Air PDAM di Puruk Cahu Masih Sering Macet
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Warga Puruk Cahu Curhat di Facebook
Harga Kebutuhan Pokok di Puruk Cahu Mulai Turun
Pasca-Lebaran Harga Ayam Potong Turun di Puruk Cahu
Perlu Proses Untuk Jadikan Air Sungai Barito Layak Dijadikan Bahan Baku PDAM
Bupati Mura Lantik Pelaksana Tugas Direktur PDAM dan Perusda
Penyertaan Modal Untuk PDAM Sampit hanya Disetujui Rp32 Miliartuk PDAM Sampit Hanya Disetujui Rp32 Miliar
Komentar (0)
Memuat komentar…

