BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kotim disarankan untuk menjadikan kawasan lokalisasi yang ditutup, sebagai tempat usaha produktif. Khususnya untuk warga yang berdomisili di sana.
"Jika tanah milik pemerintah, saya sarankan refungsi. Bangunlah tempat itu menjadi produktif misalnya menjadi lokasi wisata kuliner, pusat kerajinan atau industri rumahan," kata Direktur Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Sonny W Manalu, Rabu (17/5/2017).
Menurutnya, pemkab bisa memberikan kemudahan regulasi bagi penduduk yang berdomisili di kawasan eks lokalisasi. Seperti memberikan izin usaha atau pajak secara gratis untuk penduduk memang memiliki rumah di areal lokalisasi sebelum ditutup.
"Selain pengembangan ekonomi usaha produktif bagi penduduk setempat, bisa juga dibagunkan masjid, lapangan futsal, tempat pemancingan yang dibina Karang Taruna atau Dinas Pariwisata jika memungkinkan," ujarnya.
Berbeda, jika tanah tempat lokalisasi milik masyarakat. Maka pemerintah tidak berhak melakukan refungsi terhadap eks lokalisasi itu nantinya. (NOOR ANNISA/B-11)
Eks Lokalisasi Bisa Dijadikan Kawasan Usaha Produktif
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ini Saran Kemensos RI terkait Langkah Pascapenutupan Lokalisasi
Komisi III DPRD Kotim Dukung Penutupan Lokalisasi Tahun ini
Butuh Perda untuk Cegah Munculnya Lokalisasi Prostitusi
Kadinsos Kotim: Pekerjaan Utama Saya Menutup Lokalisasi
Pemkab Kobar Bersiap Tutup Lokalisasi
Pemkab Kobar Bentuk Gugus Kerja Penutupan Lokalisasi
Komentar (0)
Memuat komentar…

