BORNEONEWS, Muara Teweh – Selama ini pemerintah Kabupaten Barito Utara mengeluarkan dana yang cukup besar untuk pembelian alat berat yang dianggarkan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Dari pembelian tersebut, tentunya harus ada kejelasan mengenai penempatan dan kontribusi dari alat berat yang dibeli.
Anggota DPRD Barito Utara, Mahmud mempertanyakan sejauh mana kontribusi alat-alat berat yang ada di dinas PUPR bagi daerah. Menurutnya, dewan belum menerima laporan berapa banyak pendapatan asli daerah (PAD) yang dihasilkan dari alat-alat berat yang berada di dinas tersebut sehingga tidak bisa mengkalkulasi untung ruginya daerah dalam pengadaan alat-alat berat .
"Kalau alat berat tersebut disewakan kepada rekanan maka tentunya ada PAD yang bisa dihasilkan dan ini tentunya besar mengingat standar sewa sebuah alat berat tidaklah murah. Kita berharap jangan sampai pengeluaran dalam pembelian alat berat tidak sesuai dengan masukan bahkan cenderung merugi karena sebagaimaan kita ketahui kalau alat tersebut dipakai maka tentunya akan ada pemeliharaan” ungkapnya kepada Borneonews, Jumat (26/5/2017)..
Jangan sampai, lanjut dia, nantinya biaya pemeliharaan sejumlah alat berat tersebut diambil dari APBD karena keterbatasan pemasukan sewa alat berat dibawah biaya pemeliharaan yang berakibat daerah merugi. (RAMADHANI/B-8)
Kontribusi PAD Alat Berat Dinas PUPR Dipertanyakan
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ini Penyebab Potensi PAD Belum Tergarap Maksimal
Pemkab Pulang Pisau Selaras Dengan Pemprov Evaluasi Peningkatan PAD
PAD Gunung Mas Pada 2016 Lampaui Target
PAD Gunung Mas Belum Capai Target
Legislator Ingatkan SOPD di Gunung Mas Realisasikan Target PAD
Pemkab Barito Utara Gelar Rapat Evaluasi PAD Semester I Tahun Anggaran 2017
Komentar (0)
Memuat komentar…

