BORNEONEWS, Sampit - Politisi Partai Nasdem Syahbana, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk memperjelas batas antardesa, karena sampai saat ini itu masih menjadi persoalan.
Menurut anggota Komisi I DPRD Kotim ini, batas desa yang tidak jelas selama ini menjadi salah satu penyebab terjadinya klaim lahan dan tumpang tindih surat kepemilikan tanah.
"Selama ini masih ada sejumlah desa maupun kelurahan yang ada di Kabupaaten Kotim batas wilayahnya belum jelas," kata Syahbana, Minggu (26/6/2017).
Akibatnya tumpang tindih lahan sering terjadi. Selain itu, aparatur desa yang tidak selektif terhadap pengajuan surat tanah membuat sengketa lahan mudah terjadi.
"Bilamana batas desa ini jelas akan mempermudah pihak desa juga, karena batas desa yang tidak jelas sering kali dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," ucapnya.
Bahkan, menurut Syahbana, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kotim juga mengeluhkan sengketa lahan yang terjadi selama ini. Di mana menurut mereka, masalah sengketa lahan terjadi salah satu penyebabnya karena batas desa maupun kelurahan tidak jelas. (NACO/B-2)
Pemkab Diminta Segera Perjelas Batas Antardesa
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tapal Batas Antardesa dan Kelurahan di Kecamatan Katingan Hilir Sebagian masih Bermasalah
Pemkab Kotim Segera Tata Batas Kawasan Ekowisata Terbesar di Indonesia
Dewan Minta Pemkab Jelaskan Permasalahan Lahan Kemitraan PT. SLR yang Disoal DAD Kalteng
Sikapi Surat DAD Kalteng, PT SLR Surati Pemkab Lamandau
Masyarakat Diminta Segera Urus Administrasi Kependudukan ke Disdukcapil
Masyarakat Diminta Segera Ambil TNKB di Kantor Samsat Muara Teweh
Komentar (0)
Memuat komentar…

