BORNEONEWS, Puruk Cahu - Berdasarkan analisa DPRD Murung Raya (Mura) yang juga didukung dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Murung Raya membuktikan, pertumbuhan ekomoni tahun 2016 mengalami keterlambatan.
Anggota DPRD yang juga menjabat anggota Badan Anggaran, Rahmato Muhidin mengatakan, salah satu faktor lambatnya pertumbuhan ekonomi karena minimnya anggaran untuk belanja modal yang dianggarkan oleh pemerintah daerah setempat.
"Pada tahun 2016 lalu hanya 23,5 persen saja yang dianggarkan untuk belanja modal, atau hanya Rp275 miliar dari Rp1,1 triliun APBD saat itu. Tentu saja akibat hal itu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi kita," sebut Rahmanto, Selasa (1/8/2017).
Rahmanto sangat berharap agar pemerintah daerah bisa lebih serius dan hati-hati dalam membuat presentasi pos anggaran pada APBD 2018 mendatang dengan memperhatikan rasa keadilan bagi masyarakat.
"Artinya harus dengan cara memastikan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Jangan sampai nantinya dalam struktur APBD terkesan besar upah tukang dari biaya pembangunan dan bahkan hanya dinikmati oleh oknum-oknum pejabat saja," tambah Rahmanto lagi. (SUPRIADI/B-2)
Anggaran Belanja Modal Minim, Pertumbuhan Ekonomi Murung Raya Melambat
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
APBD 2017 Kota Palangka Raya Baru Capai 77,16 Persen
Surat Pemkab Katingan ke BTN terkait Uang APBD Rp100 Miliar yang Lenyap Belum Direspon
Sertifikat Deposito Uang APBD Katingan di BTN Diduga Palsu
Rakordal Triwulan III Ditutup, Ini Catatan Kritisnya
Pemprov Kalteng Target Awal November Sudah Bahas APBD 2018
Sakariyas Ungkap Info Mengejutkan soal Dana APBD Rp100 Miliar yang Lenyap
Komentar (0)
Memuat komentar…

