BORNEONEWS, Sampit - Kementerian pusat menyebutkan ada 72 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur yang dinyatakan tertinggal. Hal tersebut tentu diluar dugaan. Bahkan Plt Sekda Kotim H Halikinnor menilai itu keliru.
"Bukannya kita menyalahkan pusat, namun kita melihat itu ada kekeliruan dalam membaca data. Makanya nanti akan kita klarifikasi," kata Halikinnor, Senin (28/8/2017).
Menurut Halikinnor, dari data yang mereka terima justru desa yang dikategorikan maju berada di desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit. Padahal seperti diketahui dari pelaksanaan infrastruktur di sana masih sangat tebatas.
Jauh dibandingkan dengan desa di wilayah perkotaan seperti Desa Bapeang, Eka Bahurui, Kecamatan MB Ketapang. Justru desa yang sudah beberapa kali mengikuti lomba bahkan menang secara nasional itu dikategorikan tertinggal.
Atas beragam alasan inilah dia berkeyakinan adanya kekeliruan. Mengingat sebelumnya di Kotim hanya ada 6 desa saja yang dinyatakan tertinggal kementerian pusat. "Ternyata data yang digunakan kementerian itu dari data BPS 2015," tegasnya.
Halikinnor yakin di Kotim desa tertinggal tidak sebanyak itu, karena sektor pembangunan sudah mulai digenjot. Baik itu terhadap peningkatan infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan, pertanian hingga sektor penunjang pembangunan lainnya. (NACO/B-11)
Kementerian Kategorikan 72 Desa di Kotim Tertinggal, Plt Sekda: Itu Keliru
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Plt Sekda Kotim: Camat Diminta Mundur Jika Tidak Kirimkan Atlet
Mantapkan CSR Kepada Desa, DPMD Kotim Gelar Sosialisasi
Peresmian Akademi Komunitas Pariwisata Negeri Mura masih Menunggu Izin dari Kementerian
Penilaian Akreditasi Puskesmas Sukamara Dilakukan Tim Kementerian Kesehatan
Kementerian Perdagangan Khawatirkan Resolusi Sawit Ditiru Negara Lain
Sepuluh Desa di Kotim Pasang VSAT untuk Mengakses Internet
Komentar (0)
Memuat komentar…

