BORNEONEWS, Sampit - Ada beberapa alasan mengapa eksekutif memprogramkan multiyeras baru di APBD Perubahan 2017, salah satu penyebabnya karena realisasi anggaran yang rendah.
Menurut Plt Sekda Kotim, H Halikinnor, Rabu (13/9/2017) usai rapat pembahasan kompilasi, jika program baru multiyears itu ditolak tentu akan masuk dalam perhitungan sisa anggaran (silpa).
Alasan lain pergeseran itu menurut Halikinnor yakni karena serapan anggaran Kotim sangat rendah bahkan kini masuk urutan 9 se Kalimantan Tengah. Sehingga sangat tepat anggaran multiyeras jalan seberang itu dimanfaatkan untuk pembangunan lain yakni multiyears tiga jalan dalam kota yakni Jalan Kembali, HM Arsyad dan Tjilik Riwut.
"Alangkah baiknya kita manfaatkan, karena untuk jalan seberang sampai tahun ini masih belum beres, karena masih proses," tegas Halikinnor.
Rapat ini berlangsung buntu lantaran eksekutif berharap dana multiyears itu dimanfaatkan untuk multiyears baru, sementara legeslatif terutama Komisi IV meminta agar dana itu digunakan untuk anggaran mitra kerja mereka.
Hal inilah menyebab tidak adanya kesepahaman. "Kita skor dulu, sampai adanya kesepahaman," tegas Jhon Krisli, Ketua DPRD Kotim.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kotim Parimus menyebut pasti ada jalan keluar dalam masalah itu. Agar ditemukan solusi terbaik sehingga serapan anggaran Kotim mencapai target. "Pasti ketemu jalan keluarnya, jangan sampai ngotot-ngototan," tandasnya. (NACO/B-5)
Serapan Anggaran Rendah, Alasan Eksekutif Geser Dana Proyek Multiyears
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Anggaran 2018 Banyak Tersedot untuk Proyek Multiyears
DPRD Kotim Akan Evaluasi Program Multiyears yang Diajukan Eksekutif
Pada 2018, Pemkab Gunung Mas Bayar Proyek Multiyears Lebih Dari Rp100 Miliar
Hingga Akhir September 2017, Realisasi Serapan Anggaran Hanya 61,90%
DPRD Barito Timur Minta Pemkab Maksimalkan Serapan Anggaran di Triwulan IV
Serapan Anggaran 2017 Kalteng Hanya 58,9 Persen, Ini Kata Bappedalitbang
Komentar (0)
Memuat komentar…

